Aksi Jalan Kaki Sehat 7,9 Km, JAKIMU DIY Menapak Jejak Juang Muhammadiyah di Dekso, Kulon Progo

Aksi Jalan Kaki Sehat 7,9 Km, JAKIMU DIY Menapak Jejak Juang Muhammadiyah di Dekso, Kulon Progo

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Komunitas Jalan Kaki Muhammadiyah (JAKIMU) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar aksi jalan kaki bersama pada Kamis (25/12). Kegiatan ini diikuti anggota komunitas jalan kaki, Hizbul Wathan (HW) Wreda, penyintas stroke dari Yayasan Stroke Indonesia DIY, serta warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Yogyakarta.

JAKIMU mulai dikenal luas sejak menggelar aksi jalan kaki sejauh 113 kilometer dalam rangka memperingati Milad ke-113 tahun Muhammadiyah pada November lalu. Kali ini, JAKIMU menyusuri jalur persawahan yang dikenal dengan sebutan jalur “Luna Maya”, dikelilingi panorama perbukitan Menoreh, serta menyusuri Selokan Kalibawang di wilayah Kulon Progo.

Aksi jalan kaki menempuh jarak sekitar 7,9 kilometer dan diikuti kurang lebih 100 peserta. Rute tersebut berakhir di SLB Muhammadiyah Dekso, Kulon Progo, yang menjadi titik finis sekaligus lokasi refleksi sejarah perjuangan Muhammadiyah di wilayah setempat.

JAKIMU merupakan komunitas binaan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM DIY sebagai bagian dari Tim Sekoci Dakwah Muhammadiyah. Melalui aksi ini, JAKIMU tidak hanya mengampanyekan pola hidup sehat dengan membiasakan jalan kaki, tetapi juga membawa misi menapak jejak perjuangan dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang.

“Kami jadi tahu bagaimana sejarah perjuangan masuknya Muhammadiyah di Dekso, sekaligus mengetahui sejarah berdirinya SLB Muhammadiyah Dekso sebagai sekolah luar biasa pertama di Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1980-an,” ungkap Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo.

Ananto menambahkan, aksi jalan kaki bersama JAKIMU akan terus dikampanyekan sebagai gerakan dakwah yang sederhana namun berdampak. Ia berharap gerakan ini dapat menginspirasi warga Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap aksi kecil dari Yogyakarta ini bisa diikuti oleh warga Muhammadiyah di berbagai wilayah sebagai bagian dari misi persyarikatan untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus merawat perjuangan dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Sebagai ciri khas kegiatan Muhammadiyah, aksi jalan kaki ini juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat. JAKIMU menyalurkan 30 paket santunan sembako serta gudeg kaleng dari LAZISMU DIY kepada warga dhuafa di sekitar lokasi kegiatan.

Salah satu peserta, seorang ibu, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan dari kegiatan tersebut. “Saya selama ini pantang ikut jalan kaki. Tapi mengikuti aksi JAKIMU ini rasanya berbeda, justru menikmati dan tidak terasa sudah berjalan lebih dari tujuh kilometer,” tuturnya.

Ke depan, aksi jalan kaki JAKIMU akan diagendakan secara rutin minimal tiga bulan sekali untuk menyusuri jalur-jalur perjuangan Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang se-DIY. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan melalui kolaborasi LDK, LPO, LBSO 'Aisyiyah, LAZISMU, MPKS, HW Wreda, AmbulansMU, serta PCM dan PCA di Daerah Istimewa Yogyakarta, sejalan dengan tagline JAKIMU: Melangkah Bersama Dakwah Muhammadiyah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow