Abdul Mu’ti: Korupsi Jadi Penghambat Kemajuan Bangsa
SURAKARTA — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu faktor utama yang menghambat kemajuan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan ceramah di hadapan ribuan warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Kota Surakarta dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Ahad (31/5).
Dalam pemaparannya, Mu’ti mengutip buku Why Nations Fail yang menjelaskan bahwa praktik korupsi yang berlangsung secara sistematis menjadi salah satu penyebab kegagalan suatu bangsa untuk berkembang.
“Jadi enggak ada ceritanya bangsa yang korupsinya merajalela itu bisa sukses. Itu enggak ada,” tegasnya.
Menurut Mu’ti, banyak peradaban besar dalam sejarah mengalami kemunduran bukan hanya karena persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga akibat penyalahgunaan kekuasaan dan hilangnya integritas para pemimpin. Oleh karena itu, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga bagian dari dakwah Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berkeadaban.
Ia juga mengajak warga Muhammadiyah untuk tidak larut dalam pesimisme terhadap kondisi bangsa. Sebaliknya, Muhammadiyah harus terus menjadi contoh dalam menjaga amanah, kejujuran, dan integritas di berbagai bidang kehidupan.
Mu’ti menilai kepercayaan masyarakat yang selama ini diberikan kepada Muhammadiyah merupakan modal sosial yang sangat berharga. Kepercayaan tersebut terlihat dari banyaknya aset wakaf yang dipercayakan masyarakat kepada Muhammadiyah untuk dikelola demi kepentingan umat.
“In the era of mutual distrust atau era saling tidak percaya seperti sekarang ini, Muhammadiyah bisa dipercaya mengelola wakaf yang nilainya miliaran. Itu bukan sesuatu yang turun dari langit. Itu sesuatu yang merupakan modal sosial dan modal moral untuk kita bisa berbuat lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurutnya, kepercayaan publik yang telah dibangun Muhammadiyah selama lebih dari satu abad harus terus dijaga melalui tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan akuntabel. Modal sosial tersebut, lanjutnya, dapat menjadi kekuatan untuk berkontribusi dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.
Menutup ceramahnya, Mu’ti berharap Muhammadiyah terus menjadi organisasi yang menjunjung tinggi nilai kemandirian, kemajuan, serta menjadi teladan bagi masyarakat dalam menegakkan kejujuran dan amanah. Melalui gerakan dakwah yang berorientasi pada kemajuan bangsa, Muhammadiyah diharapkan dapat terus mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow