BANTUL - Perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil XXIII) Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dibuka pada Sabtu (29 Rabiul Awal 1445 H bertepatan 14 Oktober 2023) di Amphitarium Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan. Diikuti oleh seluruh kader dan pelajar Muhammadiyah se-DIY serta tamu undangan, pembukaan Musywil XXIII IPM DIY berlangsung sangat meriah dan ramai.

 

Musywil XXIII semakin semarak dengan diadakannya acara pendukung berupa Youth Darwis Festival (YDF) di sisi timur luar Gedung FK UAD, yang menampung produk - produk menarik berbagai jenis dari puluhan UMKM dan pertunjukkan kesenian.

 

"Youth Darwis Festival menjadi yang pertama digelar oleh PW IPM DIY sebagai bagian dari semarak Musywil XXIII. Acara ini untuk mewadahi para pelajar, jadi ini sekaligus sebagai Festival Pelajar," kata Penanggung Jawab Youth Darwis Festival, Iqbal Malik Rifa'i ketika ditemui di sela-sela acara.

 

Secara umum, terdapat 22 tenant terdiri dari 17 UMKM umum, 5 dari sekolah - universitas, dan 1 dari majalah Geplak PD IPM Bantul. Festival ini tentunya menargetkan pelajar se-DIY, serta juga mahasiswa UAD dan masyarakat umum.

 

Sepanjang jalannya festival, antusiasme sangat ramai dan terlihat para pengunjung banyak yang keluar masuk lokasi serta para pengunjung turut meramaikan stand-stand di dalamnya. Panitia juga dibantu para volunteer atau relawan yang berasal dari beberapa siswa SMA/SMK Muhammadiyah se-DIY

 

Pada festival ini, juga dijumpai keberadaan UMKM pelajar, yang tentunya disambut positif oleh PW IPM DIY, karena ini bisa menjadi tempat belajar dan latihan berwirausaha dan berbisnis, sehingga ke depannya bisa timbul semangat untuk mandiri dan menghidupi diri sendiri.

 

YDF ini juga semakin meriah dengan adanya panggung seni untuk menggaet pengunjung. Panggung seni ini bisa diisi oleh pelajar maupun masyarakat umum untuk unjuk kebolehan menampilkan bakatnya di bidang kesenian. Ada sekitar 5 - 10 penampil yang turut meramaikan panggung YDF ini ditambah satu guest star lokal, Sleman Receh.

 

Selain itu, untuk mendukung gerakan ekologi IPM dan Muhammadiyah, panitia YDF juga menyediakan kantong - kantong sampah pada beberapa titik di festival dan dibedakan sesuai jenis sampahnya, baik itu kemasan, sisa makanan, hingga plastik. Panitia juga menghimbau kepada para pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan selama berada di lokasi.

 

Khusus soal penanganan sampah, pada Musywil XXIII ini juga diselenggarakan pelatihan Eco Enzim, dimana para peserta yang ikut diberikan cara untuk mengolah sampah - sampah rumah tangga menjadi bahan pupuk tanaman.

 

"Semoga apa yang dihasilkan dari YDF ini bisa memberikan sesuatu yang positif bagi semua pihak, baik pengunjung, tenant, dan panitia. Mudah-mudahan, YDF ini bisa berlanjut di edisi selanjutnya pada event-event yang lain," harap Iqbal. (*)

 

Wartawan: Dzikril Firmansyah