Wakil Menteri UMKM Apresiasi MJE #4: Muhammadiyah Membuka Gerbang Kesejahteraan

Wakil Menteri UMKM Apresiasi MJE #4: Muhammadiyah Membuka Gerbang Kesejahteraan

Smallest Font
Largest Font

YOGYA – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza, S.E., M.M., menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan juga pejuang kemanusiaan. Menurutnya, kerja keras pelaku UMKM berkontribusi langsung pada dua misi penting kehidupan, yakni pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

“UMKM itu adalah pejuang kemanusiaan. Hasil dari kerja UMKM mensukseskan dua misi paling penting dalam hidup, pertama pengentasan kemiskinan, kedua penciptaan lapangan kerja,” kata Helvi dalam keynote speech Talkshow UMKM Muhammadiyah Jogja Expo #4, Ahad (14/9).

Helvi menilai Muhammadiyah telah membuktikan kesuksesan kiprah kemanusiaan di bidang pendidikan dan kesehatan. Kini, pengembangan sektor usaha mulai dirintis dengan berbagai inisiatif, termasuk melalui Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) dan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM). “Kalau bahasa kami, Muhammadiyah ini sudah seperti holding kemanusiaan. Pendidikan diurus, kesehatan diurus, usaha diurus. Itu pintu gerbang menuju kesejahteraan,” ujarnya.

Helvi memastikan pemerintah mendukung langkah Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem UMKM. Salah satunya melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan klaster. “Karena Muhammadiyah punya kekuatan modal, biarlah anggotanya menikmati KUR sebagai bagian dari UMKM. Semua bank, baik BPD, Himbara, maupun swasta nasional, sudah berkomitmen menyalurkannya,” jelasnya.

Selain akses permodalan, Kementerian UMKM juga sedang menyiapkan Entrepreneur Hub (E-Hub) terpadu di DIY yang akan melibatkan Muhammadiyah sebagai inkubator bisnis. Program ini meliputi pengenalan wirausaha, pembiayaan, perizinan, sertifikasi hingga pemasaran. “Dua minggu lagi, Insya Allah akan kita adakan E-Hub terpadu di Muhammadiyah. Ini jadi wadah calon wirausaha, termasuk dari pendidikan kewirausahaan di Muhammadiyah, untuk tumbuh dari hulu ke hilir,” terang Helvi.

Helvi juga menekankan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat UMKM melalui kebijakan perizinan yang mudah, akses modal, pelatihan, digitalisasi, hingga kemitraan usaha. Dalam RPJMN 2025–2029, UMKM dan kewirausahaan ditempatkan sebagai prioritas utama.

Menurutnya, potensi UMKM nasional juga sangat ditopang oleh peran perempuan. “Dari 93 persen usaha mikro, 60 persennya adalah pengusaha perempuan. Ini mencerminkan ketangguhan perempuan sebagai tulang punggung UMKM,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Helvi merumuskan empat kunci keberhasilan UMKM, yakni loyalitas kepada konsumen, integritas menjaga kualitas, inovasi produk, dan disiplin menjalankan standar usaha. Ia mencontohkan banyak UMKM kuliner cepat tumbuh tetapi juga cepat tumbang karena gagal menjaga kualitas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, khususnya Muhammadiyah, dalam mendukung transformasi teknologi dan pengembangan kewirausahaan. “Membangun UMKM bukan sekadar membangun ekonomi, tetapi juga menjaga martabat bangsa,” tandasnya.

Helvi mengajak generasi muda menjadi wirausaha tangguh yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. “Mari kita jadikan momentum Muhammadiyah Jogja Expo ini untuk memperkuat semangat berwirausaha, menumbuhkan optimisme, dan memperkokoh sinergi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow