UMY Rancang Kurikulum 10 PPDS Berbasis Keunggulan dan Kebutuhan Daerah
YOGYA - Perolehan izin penyelenggaraan 10 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menandai masuknya tahapan krusial berikutnya, yakni kesiapan kurikulum sebagai fondasi utama pendidikan dokter spesialis.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG., menyampaikan bahwa kurikulum PPDS UMY disusun dengan mengacu sepenuhnya pada regulasi konsil dan kolegium masing-masing disiplin ilmu. Regulasi tersebut mengatur secara rinci proses pendidikan calon dokter spesialis, mulai dari penguasaan kompetensi dasar hingga kompetensi klinis lanjutan.
“Dalam peraturan konsil sudah dijelaskan secara detail bagaimana mendidik calon dokter spesialis, mulai dari kompetensi paling dasar hingga level klinis yang advance. Di sana juga dibedakan antara pendidikan dokter spesialis dan pendidikan dokter subspesialis,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (23/1).
Kurikulum PPDS UMY telah melalui proses asesmen sejak tahap awal pendirian program studi. Visitasi lapangan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama berbagai unsur terkait, seperti LAM-PTKes, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), perwakilan kolegium, serta Satuan Tugas Percepatan Pemenuhan Dokter Spesialis dan Subspesialis Kemdiktisaintek.
Tidak hanya memenuhi standar nasional, UMY juga merancang kurikulum PPDS dengan ciri keunggulan atau pensiri. Setiap program diarahkan untuk menghasilkan dokter spesialis dengan kompetensi spesifik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mencerminkan karakter dan kekuatan institusi.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan dokter spesialis, tetapi dokter spesialis yang memiliki keunggulan tertentu. Keunggulan ini harus jelas dan memberikan nilai tambah dibandingkan program sejenis di perguruan tinggi lain,” ujar perempuan yang akrab disapa dr. Upi tersebut.
Sebagai contoh, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi UMY dirancang dengan keunggulan pada layanan fertilitas dasar. Sementara itu, Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah mengusung kekhasan kompetensi manajemen kebencanaan, sejalan dengan pengalaman panjang Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Penguatan PPDS di UMY juga berjalan seiring dengan kebijakan nasional percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis. Kebijakan ini lahir sebagai respons atas masih terbatasnya jumlah dokter spesialis serta ketimpangan distribusi tenaga medis antarwilayah.
Melalui skema percepatan tersebut, sebagian besar kuota mahasiswa PPDS UMY akan diisi oleh dokter yang dikirim secara resmi oleh rumah sakit atau pemerintah daerah dari wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah terpencil dan kawasan 3T. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan komitmen pengabdian lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam menjaga mutu, UMY menerapkan dua pilar penjaminan kualitas, yakni akreditasi pendidikan oleh LAM-PTKes dan penjaminan mutu layanan klinik oleh Kementerian Kesehatan.
“Kami menjaga mutu dari sisi pendidikan dan pelayanan kesehatan secara bersamaan. Dengan sistem ini, kami berharap lulusan PPDS UMY benar-benar siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (NF)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow