SUMU Gelar Info Session Business Trip ke Yiwu, Buka Peluang UMKM Indonesia Menembus Pasar Global
YOGYAKARTA — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Info Session Business Trip Eksklusif ke Yiwu, Tiongkok pada Ahad (31/5) sebagai upaya memperluas wawasan, jejaring, dan peluang bisnis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar internasional.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terdiri atas pelaku UMKM, reseller, pemilik merek (owner brand), hingga calon importir yang ingin memahami lebih jauh peluang bisnis global.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan Kota Yiwu di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia. Kota ini menjadi pusat distribusi jutaan jenis produk dari puluhan ribu stan perdagangan yang memasok kebutuhan pasar internasional, termasuk bagi pelaku bisnis digital dan berbagai merek global.
Webinar menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman dalam ekosistem bisnis Yiwu, yakni Aceng Bahrudin dan Brili Agung, dengan Ghufron Mustaqim sebagai moderator.
Aceng Bahrudin menjelaskan bahwa Yiwu menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memulai bisnis impor dengan modal yang relatif terjangkau. Menurutnya, sistem perdagangan di Yiwu memungkinkan pembelian produk dalam jumlah kecil dengan harga grosir yang tetap kompetitif.
“Banyak UMKM Indonesia sebenarnya bisa mulai impor dari skala kecil. Yang penting adalah memahami cara memilih supplier yang tepat, negosiasi harga, hingga proses pengiriman dan regulasi impornya,” ujarnya.
Sementara itu, Brili Agung menegaskan bahwa program Business Trip SUMU tidak hanya dirancang sebagai perjalanan bisnis, tetapi juga sebagai sarana belajar langsung mengenai praktik perdagangan internasional.
“Kami ingin peserta datang ke Yiwu dengan arah yang jelas, memiliki jaringan, memahami proses bisnis global, dan bisa melihat langsung bagaimana rantai pasok internasional bekerja,” katanya.
Ia menambahkan, peserta nantinya tidak hanya diajak mengunjungi pusat perdagangan dan bertemu supplier potensial, tetapi juga memperoleh pendampingan serta kesempatan membangun jejaring bisnis secara langsung.
Tingginya minat peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Berbagai topik menjadi perhatian, mulai dari biaya perjalanan, pengurusan visa, mekanisme impor dan pengiriman barang, pemilihan forwarder, prosedur bea cukai, hingga strategi memulai usaha impor dengan modal terbatas.
Selain itu, peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap beragam produk yang tersedia di Yiwu, seperti produk fesyen, kemasan (packaging), suvenir Islami, suku cadang elektronik, mesin industri, alat pertanian, alat kesehatan, perlengkapan teknik, tekstil, hingga kebutuhan manufaktur.
Melalui kegiatan ini, SUMU berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia yang memiliki keberanian dan kesiapan untuk memasuki pasar global dengan bekal informasi, jaringan, serta pendampingan yang memadai.
“Kami ingin membuka jalan agar UMKM Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk global, tetapi juga mampu membangun rantai pasok internasional secara mandiri dan berkelanjutan,” demikian disampaikan Tim SUMU.
Program Business Trip SUMU ke Yiwu dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Agustus 2026. Program ini dibuka dengan biaya Rp7,8 juta, sementara calon peserta cukup membayar uang muka sebesar Rp2,8 juta untuk mengamankan slot keberangkatan. Biaya tersebut belum termasuk tiket pesawat, visa, dan kebutuhan pribadi lainnya.
Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak panitia atas nama Brili.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow