Smart Kids, Smart Waste: Edukasi Pemilahan Sampah Kreatif untuk Anak Usia Sekolah di Bantul
BANTUL — Upaya menanamkan perilaku peduli lingkungan sejak dini terus dilakukan melalui kegiatan edukatif bertajuk “Smart Kids, Smart Waste ”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak usia sekolah dasar dalam memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan secara aktif dan menyenangkan.
Kegiatan dilaksanakan di TBM JitaKita, Bantul, dengan melibatkan anak-anak usia sekolah sebagai peserta. Program ini dipimpin oleh Ketua Tim, Ichtiarini Nurullita Santri, bersama anggota Khoiriyah Isni dan Lalu Muhammad Irham, serta didukung oleh mitra TBM JitaKita yang dikelola oleh Ikfi Muallifa Izzati.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian edukasi menggunakan media poster yang dirancang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis sampah, pentingnya pemilahan sampah, serta dampak lingkungan dari perilaku membuang sampah sembarangan.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana anak-anak diajak berdiskusi secara langsung. Metode ini mendorong partisipasi aktif serta membantu peserta lebih memahami materi melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan.
Tidak hanya berhenti pada pemberian materi, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk melakukan aksi nyata melalui kegiatan jalan-jalan edukatif di sekitar lingkungan TBM. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memungut sampah yang ditemukan di sekitar lokasi sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang telah dipelajari.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anak-anak menunjukkan ketertarikan dan semangat dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, baik saat sesi edukasi maupun praktik lapangan. Beberapa peserta juga menyampaikan testimoni positif, bahwa kegiatan ini seru, bermanfaat, dan membuat mereka lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua kegiatan, Ichtiarini Nurullita Santri, menyampaikan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci dalam membentuk perilaku anak. “Melalui pengalaman langsung, anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga mulai membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif sejak dini serta mendorong anak-anak menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow