Selasa Sastra Teater JAB Ulas Bersama Buku "Paradigma Profetik Islam"

Selasa Sastra Teater JAB Ulas Bersama Buku "Paradigma Profetik Islam"

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) mengadakan kegiatan Selasa Sastra (Sealasastra)di halaman Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (21/10). Kegiatan tersebut diisi dengan mengulas buku berjudul “Paradigma Profetik Islam” karya Heddy Shri Ahimsha Putra. Hadir sebagai pengulas buku pada kegiatan ini salah seorang dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fitri Merawati, S.Pd., M.A.. Kegiatan ini merupakan program kerja  rutin  yang dibuat oleh divisi sastra Teater JAB.

Selain untuk memperdalam ilmu dalam bidang literasi sastra, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuka ruang diskusi dan mengajak pesertanya untuk turut serta membaca buku “Paradigma Profetik Islam” sebagai pola pikir baru memandang kehidupan yang dikembangkan oleh pemikiran Kuntowijoyo.

Kegiatan mengulas buku ini terbuka untuk umum, terlihat juga peserta yang hadir mulai dari keluarga besar mahasiswa PBSI, mahasiswa dari program studi berbeda, bahkan mahasiswa dari kampus lain seperti Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Kegiatan dimulai dengan sambutan yang dibuka oleh ketua panitia Nanda Kartika Sari, ketua teater JAB Naufal Abdul Rafi, dan Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Roni Sulistiyono S.Pd., M.Pd.. Kemudian, dilanjutkan kegiatan inti yaitu mengulas buku dan sesi tanya jawab yang dipenuhi antusiasme dari peserta, dan ditutup dengan acara hiburan panggung bebas yang menampilkan pertunjukan unjuk bakat dari peserta dan panitia anggota teater JAB. 

Nanda selaku Ketua Panitia Selasastra berharap Selasastra bisa terus menjadi ruang yang hidup dan terbuka, tempat teman-teman bebas berdiskusi, mengekspresikan diri, dan saling belajar lewat karya. “Kedepannya semoga lebih banyak mahasiswa yang turut berpartisipasi, bukan hanya sebagai penonton, tapi juga sebagai pembaca, penulis, dan pelaku sastra. Semoga Selasa Sastra tetap jadi ajang yang menyenangkan untuk “membumikan sastra” di kehidupan kampus kita.” ucapnya.

Salah satu peserta bernama Akbar mengaku bersemangat mengikuti rangkaian acara tersebut, “Senang mengikuti acara seperti ini untuk mengetahui hal-hal baru yang sebelumnya saya tidak tahu.” Ujarnya. 

Setelah ditanya tentang harapannya untuk kegiatan Selasastra berikutnya, Akbar menjawab “Mungkin bisa dibuat dengan konsep seperti ini, tapi dengan tema yang berbeda, jika memungkinkan pemateri berikutnya mau Pak Wachid, hehe,” tambah lelaki berkacamata itu.

Kontributor: Fabbela Phakisyah, tim magang mediamu dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    1
    Wow