Safari TernakMU Digelar di Ngentak, Gerakan 1000 Ternak Didorong untuk Wujudkan Kemandirian Umat
SLEMAN — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngentak, Bangunkerto, Turi, menggelar Safari TernakMU di Pendopo Masjid Sirotul Mustaqim Ngentak, Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan Gerakan 1000 Ternak, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah melalui peternakan berbasis komunitas.
Safari TernakMU dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, PRM Ngentak, serta jamaah Muhammadiyah. Kegiatan menghadirkan Ketua TernakMU, H. Akhmad Khairudin, M.B.A., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Akhmad Khairudin menjelaskan konsep microfarming dan ternak berjamaah sebagai model peternakan nonkapitalis yang mengedepankan kolaborasi antarpeternak. Menurutnya, pola tersebut membangun kekuatan kolektif sehingga peternak tidak berjalan sendiri, tetapi saling menguatkan dalam jaringan yang terorganisasi dan berkelanjutan.
"Sudah saatnya warga Muhammadiyah tidak menggantungkan diri pada kebijakan negara maupun berbagai bantuan. Kita harus bergerak lebih cepat dan mandiri," ujarnya.
Melalui Safari TernakMU, komunitas TernakMU memperkenalkan Gerakan 1000 Ternak kepada warga Muhammadiyah di Yogyakarta dan sekitarnya. Gerakan ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi jamaah sekaligus mendukung upaya swasembada pangan berbasis komunitas.
Gerakan 1000 Ternak merupakan inisiatif Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PCM Turi melalui komunitas TernakMU. Program tersebut menjadi wadah sinergi para peternak Muhammadiyah untuk mengembangkan usaha peternakan sekaligus menghasilkan produk komersial berbasis hasil ternak.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung semarak dengan pembagian doorprize berupa DOC (day-old chicken) ayam Elba dan KUB, serta kandang ayam skala mikro bagi peserta. Hadiah tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat jamaah untuk mulai beternak dari skala rumah tangga.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan teknis maupun nonteknis disampaikan kepada narasumber. Sejumlah anggota TernakMU PCM Turi yang telah mengikuti program pada batch sebelumnya turut berbagi pengalaman mengenai kemudahan menerapkan konsep microfarming.
Mereka menjelaskan bahwa beternak ayam dalam skala kecil dapat dimulai dengan biaya yang relatif terjangkau. Pembesaran sekitar 30 ekor DOC hanya membutuhkan kandang sederhana di lingkungan rumah, penerangan kurang dari 40 watt, serta pakan starter sekitar satu karung untuk masa pemeliharaan hingga dua bulan.
Ketua PCM Turi, Drs. Bambang Rahmanto, mengaku telah merasakan langsung manfaat ekonomi dari program tersebut. Menurutnya, model peternakan yang dikembangkan TernakMU menawarkan peluang usaha yang realistis bagi warga Muhammadiyah.
"Setelah mengikuti program TernakMU, saya merasakan keuntungan yang cukup rasional hanya dengan beternak kurang dari dua bulan hingga menghasilkan pullet ayam Elba. Margin yang diperoleh cukup signifikan. Harapannya, konsep ini dapat kami tularkan kepada jamaah dan warga Muhammadiyah lainnya agar keberkahannya semakin meluas," ujarnya.
Melalui Safari TernakMU, PRM Ngentak bersama PCM Turi berharap gerakan peternakan berjamaah dapat diperluas ke berbagai ranting dan cabang Muhammadiyah di Yogyakarta maupun daerah lain. Dengan semangat ta'awun, inovasi, dan kemandirian, Gerakan 1000 Ternak diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi umat yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow