YOGYA - Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu (4 Jumadil Awwal 1445 H bertepatan 18 November 2023) di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DIY.

Rakerwil dihadiri sekitar 30 orang, terdiri dari pimpinan dan anggota LPHU PWM dan PDM se-DIY, Anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) 'Aisyiyah DIY, dan tamu undangan lainnya.

ads

Ketua LPHU PWM DIY Nanang Joko Purwanto, S.S., M.Pd.I. memaparkan agenda pada Rakerwil ini. Mulai dari membahas kebijaksanaan pemerintah tentang haji dan umrah, dilanjutkan dengan haji dan umrah menurut tuntunan Tarjih Muhammadiyah, hingga sesi diskusi tentang haji dan umrah bersama Muhammadiyah.

Kemudian, mengutip surat Al Hadid ayat 1-6 yang sebelumnya dibacakan oleh Qari', Nanang mengungkap pesan yang disampaikan dari ayat tersebut. Yakni, diharapkan spirit dalam berhaji sangat terasa dan jamaah haji bisa mandiri.

"Penting bagi kami untuk membekali para jamaah haji dan umrah, selain materi keilmuan juga mental agar ketika berpisah dengan rombongan. Allah akan selalu membersamai para jamaah haji dan umrah di manapun dan kapan pun," kata Nanang.

Rakerwil ini menjadi momentum bagi LPHU PWM DIY untuk membawa spirit haji yang gembira. Spirit itu akan terwujud nanti dalam program dan kegiatan yang dirancang.

Terlebih saat ini, antrian panjang haji nasional sungguh luar biasa, mulai dari 30 tahun hingga yang tertinggi mencapai 47 tahun. Sementara, ada sekitar 5,5 juta jamaah antri dan ini menjadi potensi besar untuk mengundang umat islam untuk berhaji.

Selain itu, potensi dari sisi ekonominya juga besar. Dalam setahun, pemberangkatan haji bisa menghabiskan 19 triliun, sedangkan untuk umrah bisa mencapai angka 58-62 triliun.

Akan tetapi, potensi besar ini belum mampu dimanfaatkan oleh Muhammadiyah. Maka dari LPHU PP Muhammadiyah mengharapkan agar KBIHU di setiap daerah bisa aktif dan hidup.

"Kita ajak masyarakat dan dibina untuk haji dan umrah bersama Muhammadiyah. Ini bisa menjadi lahan misi dakwah. Agar Muhammadiyah ikut berperan merawat jamaah haji supaya mabrur dan umrah maqbullah. Tidak hanya di Tanah Suci, tetapi ketika sudah pulang ke Indonesia," kata Ketua LPHU PP Muhammadiyah, Drs. Muhammad Ziyad, M.Ag.

Sementara itu, Ketua PWM DIY Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. menegaskan bahwa Muhammadiyah  lahir dari sebuah gerakan, jadi harus terus bergerak. Begitu juga saat pengelolaan haji, sebab merupakan puncak ibadah yang melibatkan hampir segala potensi pribadi, keluarga, bahkan negara.

Sejak Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912, KH. Ahmad Dahlan dan KH. Sudja' telah membuat Badan Penolong Haji. Bahkan hingga usianya lebih dari seabad, Muhammadiyah terus memikirkan agar haji dimudahkan, terutama dalam hal pemberangkatan.

Terlebih, pelembagaan menjadi ciri persyarikatan sebagai konsekuensi bermuhammadiyah, yang terdiri dari memantik dan menghidupkan iman, menumbuh suburkan amal shaleh, serta mengoptimalkan akal sehat.

"Amal shalih Muhammadiyah sebagai wujud dari keimanan baik pribadi maupun jamaah. Dari melembagakan amal shalih, maka lahir sekolah dan rumah sakit. Wujud dari keimanan yang dilembagakan adalah cara muhammadiyah mendokumentasikan iman," jelas Ikhwan.

Keberadaan LPHU ini merujuk kepada putusan Muktamar 48, artinya ada satu diantara 8 prioritas program, yakni harus memiliki keunggulan. Ketika bicara itu, maka ada tiga hal yang dipahami, yakni selektif, komparatif, dan kompetitif, sehingga mau tidak mau inilah eranya. Sebab untuk menyukseskan amanah muktamar, tentu ada prioritas program yang unggul dan melembagakan.

Dari sini, penting bagi LPHU memiliki program dan kegiatan yang unggul. Terlebih, di Muhammadiyah sendiri belum ada sertifikasi tugas pendamping yang bersifat resmi dari pemerintah.

"Muhammadiyah harus upaya memperbanyak potensi pendampingan haji selama masih bisa dan diperbolehkan, maka kita upayakan dengan sebaik. Terlebih, dengan jamaah haji dari DIY yang banyak, tentu kita harus mengupayakan yang terbaik," ucap Ikhwan.

Oleh karena itu, Ikhwan berharap agar PWM DIY melalui LPHU bisa bersinergi dengan Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DIY yang sudah memiliki KBIH dan sudah berjalan dengan kokoh dalam mengembangkan bimbingan haji bagi warga Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

Apalagi, PWM DIY juga sudah mempunyai tempat manasik haji yang representatif di Tamanan, Bantul. Ini menjadi upaya berapa seriusnya Muhammadiyah membimbing jamaah. Tentunya, ditemani oleh petugas haji Muhammadiyah yang mendampingi akan membuat bimbingan haji semakin nyaman. (*)

 

Wartawan: Dzikril Firmansyah