PWM DIY Terjunkan Ribuan Mubaligh Hijrah di Bulan Ramadan 1446H
YOGYA – Menyambut bulan Ramadan 1446 H, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) resmi melepas mubaligh hijrah pada Kamis (27/2) di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Program penerjunan mubaligh hijrah di bulan Ramadan ini merupakan kolaborasi Majelis Tabligh, Majelis Dikdasmen - Pendidikan Non Formal, Perguruan Tinggi Muhammadiyah - ‘Aisyiyah, Madrasah Mu'alimin - Mu'alimaat, beberapa Sekolah dan Pondok Pesantren Muhammadiyah se-DIY.
Sebanyak 2280 mubaligh dan mubalighat muda Muhammadiyah diterjunkan. Dengan rincian 1971 mubaligh dan mubalighat dari DIY ke nasional, 309 lainnya (119 laki-laki; 190 perempuan) bertugas di area domestik DIY. Saat pelaksanaan Mubaligh Hijrah, para mubaligh dan mubalighat akan ditampung oleh 106 masjid yang menjadi induk semang.
Para mubaligh dan mubalighat berasal dari UAD, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), serta beberapa sekolah dan pesantren Muhammadiyah. Dalam pelepasan ini, turut hadir Dr. Didik Wardaya, S.E., M.H. (Staf Ahli Gubernur DIY bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan) untuk melepas 309 mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah yang akan bertugas di Kapanewon/Kemantren (Kecamatan) se-DIY.
Nantinya, selama 21-25 hari nanti, para mubaligh dan mubalighat akan bertugas untuk menghidupkan berbagai kegiatan Ramadan di masyarakat. “Mereka bertanggung jawab untuk menghidupkan kegiatan Ramadan, mengelola kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) mengelola kegiatan salat berjamaah serta salat tarawih, tadarus dan sebagainya,” kata Ketua Majelis Tabligh PWM DIY, Miftahulhaq, S.H.I., M.S.I.
Mubaligh Hijrah ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1995 dan tahun ini merupakan edisi ke-30. Selain untuk menghidupkan kegiatan bulan Ramadan di tingkat masyarakat, mubaligh hijrah ini dapat melatih para santri, siswa, dan mahasiswa untuk menjadi mubaligh-mubalighat Muhammadiyah di masa yang akan datang.
“Ini juga bisa memberikan inspirasi bagi para pemuda lain di kampung-kampung untuk bagaimana mereka juga tertarik untuk melaksanakan kegiatan dakwah Islam dan juga bisa jadi tertarik untuk sekolah di Muhammadiyah,” lanjut Miftahulhaq.
Kepada para mubaligh hijrah, Miftahulhaq berpesan untuk menjaga keikhlasan dan kesungguhan di dalam melaksanakan tugas serta tetap jaga nama baik agama Islam dan persyarikatan Muhammadiyah, tak lupa juga nama baik diri sendiri. “Laksanakan betul tugas ini dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas diri,” pesannya.
Kemudian, Ketua PWM DIY, Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. melihat tahun 2025 ini menjadi momen yang strategis dan tepat bagi PWM DIY di setengah periode ini untuk menerjunkan mubaligh hijrah ke masyarakat. Sebagai upaya agar para mubaligh dan mubalighat menjadi penyambung lidah antara konsep Islam berkemajuan dengan masyarakat yang butuh penjelasan Islam yang dipahami Muhammadiyah.
PWM DIY berharap kepada para mubaligh dan mubalighat bisa jadi motor penggerak agar di tengah masyarakat, suasana Ramadan menjadi meriah dan bermakna syiarnya, sehingga Ramadan lebih hidup suasana keagamaannya.
“Para da'i muda diharapkan dapat memakmurkan masjid di Ramadan ini dan tentu menjadi perantara kontemplasi diri bahwa ibadah kedekatan dengan tuhan itu sangat mudah diraih,” ucap Ikhwan.
Ikhwan Ahada juga menitipkan pesan kepada para mubaligh hijrah untuk selalu jaga kesehatan serta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Di samping itu, sebagai da'i muda bisa memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk kegiatan positif.
“Andai punya kemampuan dan pengetahuan, maka sekali lagi pentingkan etika dan akhlakul karimah terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, masyarakat yang akan merasakan manfaatnya,” tuturnya.
What's Your Reaction?
-
3
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow