Penulisan Buku Sejarah PWM DIY Dipercepat, Siap Rampung di Akhir 2025
YOGYA – Upaya percepatan penulisan buku sejarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta segera dilakukan. Koordinasi dengan Ketua PWM DIY, Dr. M. Ikhwan Ahada, M.A. serta jajarannya akan digelar dalam waktu dekat agar target penyelesaian buku bisa terealisasi sesuai jadwal.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua PWM DIY, Prof. Dr. Ariswan, M.Si., D.E.A., dalam rapat rutin Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM DIY yang berlangsung di Ruang Meeting Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rabu (24/9).
Di hadapan Ketua MPI PWM DIY, Afan Kurniawan, S.T., M.T., dan para anggota majelis, Ariswan menekankan bahwa buku sejarah PWM DIY sudah lama dinantikan. “Penyelesaiannya harus menjadi prioritas utama,” ujarnya dengan tegas.
Menanggapi Prof. Ariswan, Ketua MPI PWM DIY, Afan Kurniawan, mengatakan bahwa naskah buku sejarah tersebut kini tengah melalui tahap pencermatan dari PWM DIY. Menurutnya, kehadiran buku ini sangat penting sebagai dokumentasi perjuangan Muhammadiyah DIY. "Rencananya, kegiatan diseminasi akan digelar pada November 2025, sebelum peluncuran resmi di akhir tahun," kata Afan.
Selain membahas percepatan buku sejarah, rapat juga mengevaluasi program MPI sekaligus memaparkan rencana prioritas tahun 2025. Beberapa agenda yang masuk fokus antara lain Pelatihan Jurnalistik Batch ke-5, penerbitan antologi cerpen hasil lomba, serta gagasan menghadirkan Pojok Literasi Muhammadiyah di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-DIY. Program-program ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi generasi muda.
Rapat juga menyoroti pentingnya kesinambungan antarprogram agar tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang dalam kerangka besar penguatan literasi, sejarah, dan media Muhammadiyah. Untuk mempercepat realisasi target, koordinasi lintas majelis dan lembaga di PWM DIY dipandang sangat krusial.
Dengan berbagai langkah tersebut, MPI PWM DIY menegaskan komitmennya menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan literasi, sejarah, dan media di Yogyakarta. Lebih jauh, Muhammadiyah DIY juga ingin meneguhkan perannya dalam memperkokoh basis pengetahuan umat sekaligus merespons tantangan era digital yang menuntut kecepatan serta kedalaman informasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow