Pengajian Akbar PCM Kalasan Jadi Titik Awal Pembangunan TK dan SD Muhammadiyah Sambisari
SLEMAN — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan menggalang dana pembangunan gedung terpadu TK ABA dan SD Muhammadiyah Sambisari melalui Pengajian Akbar Triwulanan yang digelar di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sabtu (10/10). Pembangunan gedung empat lantai tersebut diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp5,8 miliar.
Pengajian menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Ustaz H. Iskak Sulistyo. Dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kapanewon (Muspimkap) Kalasan, jajaran pengurus PCM dan PCA Kalasan, organisasi otonom (Ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), wali murid, serta jamaah Muslim di wilayah Purwomartani dan sekitarnya. Sejumlah pelaku UMKM turut mendukung kegiatan tersebut.
Acara diawali dengan penampilan muratal Al-Qur'an oleh siswa SD Muhammadiyah Sambisari. Mereka melantunkan Surah Al-A'la dengan suara lantang dan merdu.
Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., menyampaikan bahwa pengajian rutin tiga bulanan kali ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghimpun dana pembangunan gedung terpadu TK ABA dan SD Muhammadiyah Sambisari.
Menurut Sunandar, gedung tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 17,5 x 21 m² yang terletak di samping SD Muhammadiyah Sambisari. Lahan itu telah dibeli PCM Kalasan sekitar empat tahun lalu.
Pembangunan gedung empat lantai tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp5,8 miliar. Meski penggalangan dana dimulai dari nol rupiah, Sunandar optimistis cita-cita tersebut dapat terwujud melalui dukungan warga Muhammadiyah dan para simpatisan.
“Insya Allah, dengan dukungan seluruh warga Muhammadiyah dan simpatisan, gedung baru yang kita impikan ini dapat terwujud,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sunandar mengapresiasi para guru SD Muhammadiyah Nduri, Purwomartani, yang menjadi donatur pertama dengan mengumpulkan infak sebesar Rp500.000.
PCM Kalasan selanjutnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan gedung tersebut. Donasi dapat diberikan dalam bentuk dana maupun bahan material bangunan, baik secara tunai maupun bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Sebagai bentuk keteladanan, Sunandar menyampaikan komitmennya untuk berdonasi sebesar Rp20 juta yang akan dibayarkan secara bertahap selama sepuluh bulan, masing-masing Rp1 juta per bulan.
Ia menjelaskan bahwa infak dan sedekah dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Menurutnya, penyampaian komitmen donasi tersebut bukan untuk menyombongkan diri, melainkan sebagai teladan sekaligus motivasi bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar agar turut berpartisipasi.
Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat menyalurkan donasi melalui rekening Bank BPD DIY Syariah nomor 801.211.018009 atas nama PCM Kalasan. Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui WhatsApp.
Secara terpisah, Kepala SD Muhammadiyah Sambisari, Iswanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa berdasarkan rencana induk pembangunan (master plan), gedung terpadu TK ABA dan SD Muhammadiyah Sambisari akan terdiri atas 16 ruang.
Ruang-ruang tersebut direncanakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, unit kesehatan sekolah (UKS), laboratorium, kantin, hingga fasilitas penunjang pembelajaran lainnya.
Pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan ruang kelas yang saat ini kondisinya kurang layak. Dengan fasilitas yang lebih memadai, proses pembelajaran di TK ABA dan SD Muhammadiyah Sambisari diharapkan berlangsung lebih nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Iswanto optimistis pembangunan gedung terpadu tersebut dapat terwujud melalui ikhtiar bersama dan dukungan masyarakat.
Ia berharap cita-cita itu dapat diwujudkan demi memenuhi harapan para siswa, orang tua, guru, serta masyarakat Sambisari, seraya terus memohon pertolongan Allah SWT.
Dalam tausiahnya, Ustaz H. Iskak Sulistyo mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas seluruh karunia Allah SWT. Rasa syukur tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap tawaduk, ketaatan dalam menjalankan perintah agama, menjauhi larangan-Nya, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki fitrah untuk beragama secara hanif, yakni berpegang pada ajaran tauhid. Fitrah ketauhidan tersebut telah diajarkan sejak zaman Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, hingga Nabi Muhammad ﷺ.
Menurut Iskak, ketauhidan merupakan hal mendasar yang harus senantiasa dipelihara sepanjang kehidupan manusia. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab penting dalam mendidik anak-anak agar fitrah tauhid mereka tumbuh dan berkembang dengan baik.
Ia mencontohkan keteladanan para nabi dalam mendidik anak-anak mereka, di antaranya Nabi Ibrahim, Nabi Ya'qub, dan Nabi Zakaria.
Lebih lanjut, Iskak menjelaskan bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai wujud rasa syukur berarti senantiasa mengingat-Nya dan menjaga ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak terlena oleh berbagai kenikmatan dunia hingga melupakan peringatan Allah SWT. Sebagai pengingat, ia mengutip Surah Al-An'am ayat 44 yang menjelaskan tentang keadaan suatu kaum yang melupakan peringatan, kemudian diuji dengan kesenangan hingga akhirnya datang azab secara tiba-tiba.
Iskak juga menegaskan bahwa ibadah harus dilandasi keikhlasan dan semata-mata ditujukan kepada Allah SWT. Dengan demikian, ibadah tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas keimanan dan perilaku seseorang.
“Tidak ada peribadatan kecuali dilakukan karena Allah,” tegasnya.
What's Your Reaction?
-
2
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow