News

News

MediaMU.COM

Jul 17, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang
Breaking
PCM Kalasan Jadikan Tahun Baru Hijriah Sebagai Momen Refleksi dan Penguatan Dakwah Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman: Jika Otak Pintar dan Akhlak Baik Disatukan, Indonesia akan Maju Arif Jamali Muis: Center of Excellent Muhammadiyah Dimulai dari Gunungkidul Prihatin Kondisi Pengelolaan Sampah Ternate, Pemuda Lintas Iman Susun Rekomendasi untuk Pemerintah Ternate Guru Besar UAD Bicarakan Tantangan Kosmetik Halal di International Pharmacy Summer School UMY Ketua PPNI Bireuen Apresiasi Atas Berhasilnya Ummah Raih Akreditasi Baik Sekali  Dorong Peningkatan Ekonomi Umat, Lazismu Pusat Dan PWM Aceh Kerjasama Dengan Bank Danamon Syariah  Selamat Jalan Bu Ahang, Kami Semua Ikhlas PWA DIY Gelar EMKAES TOP, Upayakan Bersama Kebahagian Lansia Ibu Nahar Miladi Dimakamkan, Satu Lokasi dengan Mantan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Nahar Miladi Mahasiswa UMY Kembangkan Ekstrak Kulit Pohon Bangkal untuk Obati Kanker Payudara Anak Muda Mengaji: Inovasi AMM Depok dalam Kegiatan Mengaji untuk Gen-Z KABAR DUKA: Istri Sekretaris PWM DIY Meninggal Dunia  Gelar Pelatihan Jurnalistik, MPI DIY Siapkan Aktivis Media Muhammadiyah di Daerah dan Cabang Rayakan Milad ke-22 Tahun, Lazismu Siap Berkontribusi Pada Pembangunan Berkelanjutan Penuhi Undangan Dialog Yayasan Kristen, Haedar Nashir Bicara Gagasan Moderasi Beragama Agung Danarto: Muhammadiyah Butuh Kader Berkualitas Untuk Umat, Bangsa, dan Manusia Dalam Apel Akbar Nasional Kokam, Haedar Nashir Tegaskan Kiprah Muhammadiyah untuk Bangsa Upayakan Penanganan Bullying di Kalangan Pelajar, PP IPM Gelar Sekolah Adil Gender

Orasi Guru Besar UMY Tawarkan Metode Paliatif Sebagai Perawatan Alternatif

YOGYA - World Health Organization (WHO) sejak satu dekade lalu telah menetapkan resolusi untuk memperkuat penerapan perawatan paliatif yang menjadi bagian dalam komponen perawatan kesehatan yang holistik dan komprehensif. Perawatan paliatif umumnya dilakukan kepada pasien dengan penyakit yang mengancam nyawa, dan menurut Prof. Erna Rochmawati, S.Kp., M.NSc., M.Med.Ed., Ph.D. merupakan bentuk perawatan yang bersifat menyeluruh karena tidak hanya memberikan kenyamanan dari segi fisik namun juga secara psikologis dan spiritual. 

Ini yang kemudian digarisbawahi olehnya karena seringkali perawatan berfokus hanya secara fisik saja, sehingga harus lebih menguatkan aspek spiritualitas yang menjadi bagian dalam integrasi perawatan holistik. Hal tersebut diungkapkan oleh Erna saat Rapat Senat Terbuka Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (20/6), dimana ia menyampaikan orasi ilmiah untuk mengukuhkan gelar Guru Besar di bidang Keperawatan Medikal Bedah. Penelitian Erna secara khusus membahas mengenai optimalisasi perawatan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui spiritual/religious self-care. 

“Perawatan paliatif bertujuan untuk mencegah dan mengatasi penderitaan pasien melalui identifikasi terhadap diri pasien, penanganan permasalahan fisik serta masalah psikologis dan spiritual. Tujuan ini mengalami perkembangan dimana pendekatan juga dilakukan kepada keluarga dari pasien yang mengalami masalah terkait penyakit yang berpotensi terjadi kematian,” ujar Erna. 

Ketua Program Studi Magister Keperawatan UMY ini pun menegaskan pentingnya aspek spiritualitas ataupun religiusitas dalam konteks perawatan paliatif. Masalah yang dialami pasien dalam sisi spiritual memiliki proporsi yang cukup besar, dimana 82.35% pasien di Indonesia dengan sindrom jantung koroner mengalami distres spiritual ringan, seperti kemarahan terhadap Tuhan atas perasaan terisolasi yang dialami pasien. Erna menekankan dua strategi penting untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien melalui pengkajian serta pemberian spiritual/religious care. 

“Bentuk pelayanan kesehatan termasuk perawatan paliatif yang dilakukan oleh praktisi keperawatan profesional dapat mengajak pasien serta keluarganya untuk berdoa bersama, mengingatkan untuk beribadah, hingga menyediakan alternatif untuk memanggil pemuka agama untuk melakukan kunjungan ke rumah pasien. Ini menjadi bagian dari layanan spiritual/religious, bahkan dalam praktiknya hal tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam layanan perawatan paliatif di Indonesia,” ungkapnya. 

Menurut Erna, perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan perawatan yang berbasis spiritual/religious untuk pasien dan keluarganya. Perawat harus mampu mengkaji terkait aspek tersebut sehingga dapat mengetahui tingkatan spiritual/religious dari pasien sehingga mampu memberikan perawatan yang tepat. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk melakukan tahapan self-care dari pasien khususnya kemandirian pasien di bidang spiritualitas dan keagamaan.

“Optimalisasi terhadap perawatan paliatif berbasis spiritual/religious dapat memberikan manfaat jangka panjang dan berdampak bagi meningkatnya kualitas hidup tidak hanya bagi pasien namun juga keluarganya. Tenaga keperawatan sebagai praktisi utama dari perawatan ini juga dapat melakukan intervensi secara optimal agar pasien mampu berinisiatif serta membentuk perilaku spiritual dan agamis untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” pungkas Erna.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here