Optimalisasi Peran Kader Masjid untuk Kemakmuran Umat : Strategi dan Solusi Efektif
YOGYA – Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup umat. Namun, masih banyak masjid yang belum optimal dalam menjalankan fungsinya.
“Oleh karena itu, peran kader sebagai aktivis masjid sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemakmuran umat,” kata Ir. Khusnadi Ikhwani, M.M. selaku Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen dalam Pengajian Ramadhan 1446 H PWM DIY sesi 4 tentang “Peran Kader sebagai Aktivis Masjid untuk Kemakmuran Umat”.
Khusnadi mengacu pada Nabi Muhammad SAW yang membangun peradaban Islam bersama murid-muridnya berawal dari masjid yang menjadi pusat kegiatan umat. Begitu juga dengan Walisongo yang membangun Islam di Indonesia dari masjid. Bahkan, KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah berawal dari pengajian yang kerap ia gelar di Langgar Kidul miliknya.
Hingga saat ini, Muhammadiyah memiliki masjid yang jumlahnya sekitar 14 ribu berdasarkan data yang dikumpulkan. Akan tetapi berapa banyak masjid yang bisa mencetak kader Muhammadiyah dan kader-kadernya mampu menjadikan masjid sebagai solusi untuk masyarakat inilah yang perlu dikaji.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Khusnadi, terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Takmir Masjid. Pertama, masjid sibuk bangun fisik bukan membangun sumber daya manusia. Masjid dibangun megah tapi sepi dan masjidnya elit tapi jamaahnya sulit.
“Maka saya tekankan, masjid itu bukan beton dan besi, tapi masjid itu fungsi dan kontribusi,” jelas Khusnadi.
Kedua, masjid tidak ramah anak muda. Seringkali pengurus Takmir Masjid belum berkenan untuk memberikan ruang kepada anak muda. Padahal, kreativitas dan semangat anak muda diperlukan agar masjid bisa berkembang dan maju.
Dari hal tersebut, Khusnadi memberikan empat solusi. Pertama, menambah indikator kemakmuran masjid untuk meningkatkan kualitas SDM Marbot dan Takmir Masjid. Kedua, membuat platform masjid yang ramah terhadap anak muda, bisa dimulai dari membuat media sosial masjid untuk anak muda
Ketiga, membuat event untuk anak muda,
memfasilitasi anak muda mulai dari ring 1-4. Keempat, membuat platform pembinaan yang lebih intensif dengan mengadakan pelatihan marbot dan takmir.
“Supaya mereka senang ke masjid. Kalau tidak pakai model begini, anak-anak tidak tertarik. Maka masjid perlu kreativitas supaya menarik minat,” ujarnya.
Dengan implementasi solusi tersebut, diharapkan dapat tercipta kader pemuda yang siap memimpin dan mengoperasionalkan Masjid secara serius dan
profesional.
Peran kader sebagai aktivis masjid sangat penting dalam meningkatkan kemakmuran umat. Dengan mengidentifikasi masalah dan melakukan solusi yang tepat, diharapkan dapat tercipta kader pemuda yang siap memimpin dan mengoperasionalkan masjid secara serius dan profesional.
“Karena takmir itu melayani, bukan menguasai,” tandas Khusnadi.
Wartawan : Dzikril Firmansyah & Muhammad Fajrul Falaq
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow