Musywil XXIV IPM DIY Resmi Ditutup, Syauqi dkk Siap Wujudkan Kepemimpinan Berdampak

Musywil XXIV IPM DIY Resmi Ditutup, Syauqi dkk Siap Wujudkan Kepemimpinan Berdampak

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Setelah berlangsung selama tiga hari penuh dinamika dan dialektika, Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (IPM DIY) resmi ditutup pada Ahad (19/4). Kegiatan yang digelar di BBGTK DIY, Condongcatur, Depok, Sleman ini menjadi penanda berakhirnya satu periode kepemimpinan sekaligus awal babak baru bagi gerakan pelajar Muhammadiyah di DIY.

Penutupan Musywil turut dihadiri Plt. Wadir Intelkam POLDA DIY AKBP Khaira Arjuandi, S.Ag., Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumberdaya Insani (MPKSDI) PWM DIY Andy Putra Wijaya, S.E.I., M.S.I., Ketua PP IPM Bidang Organisasi Yudhistira Ananta, jajaran PW IPM DIY, serta seluruh peserta Musywil.

Dalam forum tertinggi tingkat wilayah ini, sejumlah keputusan strategis berhasil ditetapkan, mulai dari arah gerak organisasi, rancangan program, hingga terpilihnya nakhoda baru PW IPM DIY periode 2026–2028. Syauqi Marsa Taqiyuddin dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Saskya Physheta Vilaryvantya Tasya Salsabilla sebagai Sekretaris Umum, bersama jajaran formatur terpilih.

Suasana penutupan berlangsung hangat sekaligus haru. Momentum ini menjadi titik temu antara rasa syukur atas tuntasnya amanah periode lama dan harapan besar terhadap estafet kepemimpinan di periode baru.

Ketua Umum PW IPM DIY periode 2023–2025, Naufal Labiba Wildan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap kepemimpinan memiliki masanya, dan setiap masa akan melahirkan kepemimpinan baru. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya berdampak pada masanya, tetapi juga mampu melahirkan generasi penerus yang lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman.

Naufal juga mengingatkan bahwa IPM adalah ruang kolektif yang dibangun bersama, bukan oleh individu atau kelompok tertentu. Selama satu periode kepemimpinannya, berbagai dinamika, tantangan, dan keterbatasan telah dilalui. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan, sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan PW IPM DIY.

“IPM DIY kami titipkan bukan sebagai beban, tetapi sebagai ruang pengabdian. Rawat dengan tanggung jawab dan kembangkan dengan keberanian,” pesannya. Ia menutup dengan kalimat reflektif, “Tidak ada superman, yang ada supertim.”

Sementara itu, Ketua Umum terpilih periode 2026–2028, Syauqi Marsa Taqiyuddin, mengajak seluruh kader untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama dalam berorganisasi. Ia menyinggung kejayaan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah sebagai inspirasi pentingnya semangat keilmuan dan rasa ingin tahu (curiosity).

Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem meritokrasi dalam kepemimpinan, yakni menempatkan individu sesuai kapasitas dan kompetensinya. Menurutnya, konsep “pelajar inklusif” yang telah dirintis sebelumnya harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar jargon.

“IPM ke depan harus kolaboratif, terbuka terhadap kritik, dan berkelanjutan. Praktik baik dari periode sebelumnya perlu dilanjutkan, sementara kekurangan harus dievaluasi bersama,” ujar Syauqi.

Dari PP IPM, Ketua Bidang Organisasi, Yudhistira Ananta, menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan baru PW IPM DIY. Ia menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai episentrum gerakan pelajar Muhammadiyah di Indonesia.

“Apa yang digagas di Yogyakarta akan menjadi kiblat bagi IPM di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meneruskan gagasan besar IPM saat ini, yakni gerakan kepemimpinan berdampak (impactful leadership), serta memastikan bahwa ide-ide organisasi benar-benar membumi hingga tingkat akar rumput.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow