Muspimcab Muhammadiyah Kalasan Soroti Pengkaderan dan Penguatan Sinergi Dakwah
SLEMAN — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) pada Sabtu (9/5) di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCM, perwakilan PCA, PRM se-Kalasan, hingga Pemuda Muhammadiyah.
Turut hadir memberikan sambutan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman (PDM Sleman) yang diwakili oleh Wakil Ketua Irfan Haris.
Dalam sambutannya, Irfan Haris menegaskan bahwa tantangan nyata yang dihadapi Muhammadiyah saat ini adalah persoalan pengkaderan. Karena itu, ia berharap PCM Kalasan dapat mencermati persoalan tersebut dengan memberdayakan seluruh majelis dan organisasi otonom (ortom), sekaligus mengoptimalkan peran LAZISMU dalam penggalian serta pentasarufan dana masyarakat untuk mendukung program-program PCM.
“Sudah ada kesepakatan di tingkat PDM Sleman bahwa LAZISMU itu adalah penyokong utama pembiayaan program PCM,” tegasnya.
Selain membahas penguatan organisasi, Muspimcab Muhammadiyah Kalasan juga menyepakati pergantian Sekretaris I secara mufakat. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Iswanto digantikan oleh Sumadi.
Pergantian tersebut dilakukan setelah Iswanto diangkat sebagai Kepala SD Muhammadiyah Sambisari. Menurut Wakil Ketua PCM Kalasan, Budi Sarwanto, mekanisme pergantian telah disesuaikan dengan AD/ART dan dikonsultasikan kepada PDM Sleman.
“Sekretaris baru per 9 Mei 2026 mulai menjalankan tugas kesekretarisan PCM Kalasan sambil menunggu SK pengesahan dari PDM Sleman,” jelasnya.
Sementara itu, penasehat PCM Kalasan, Sutrisno, mengingatkan bahwa PCM Kalasan memiliki potensi strategis untuk berkembang lebih maju. Menurutnya, secara geografis wilayah Kalasan sangat dekat dengan pusat gerakan Muhammadiyah di Yogyakarta sehingga memudahkan komunikasi dan koordinasi dakwah.
Selain itu, banyak kader Muhammadiyah yang tinggal di wilayah Kalasan dan menduduki posisi strategis di tingkat PDM, PWM, hingga PP Muhammadiyah maupun di berbagai amal usaha Muhammadiyah di Yogyakarta.
“Ini bisa menjadi modal sumber daya untuk mengomunikasikan dan mengoordinasikan berbagai permasalahan PCM. Semoga ke depan PCM Kalasan mampu merangkul dan mensinergikan potensi tersebut untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Ketua PCM Kalasan, Sunandar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Muspimcab. Ia juga berharap seluruh majelis dan ortom dapat terus meningkatkan kinerja organisasi.
Di sela koordinasi bersama seluruh unsur PCM Kalasan, Sunandar berpesan bahwa menjadi pengurus Muhammadiyah membutuhkan konsistensi dalam bermusyawarah dan mengaji.
“Menjadi pengurus itu intinya rajin rapat dan rajin ngaji. Dari rapat inilah akan muncul ide atau gagasan, terutama untuk pengajian dan gerakan-gerakan dakwah lainnya,” tuturnya.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow