Mulai Tahapan Groundbreaking, TK ABA Notoprajan Dibangun Lagi Setelah Sempat Roboh
YOGYAKARTA – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Notoprajan secara resmi memulai pembangunan kembali gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Notoprajan melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di lokasi sekolah, Ahad (16/11/2025).
Prosesi ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. Apt. Salmah Orbayyinah, M.Kes., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A. , mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga merupakan alumni TK ABA Notoprajan, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., dan Ketua Lazismu UMY Dr. Muhammad Samsuddin, M.Pd.
Pembangunan ini menjadi penting, mengingat TK ABA Notoprajan sendiri memiliki sejarah panjang. Sekolah ini sudah dirintis sejak tahun 1931, meski di masa awal perjalanannya kurang berkembang. Baru pada tahun 1951, sekolah mulai diaktifkan lagi dan berkembang sampai sekarang. Sejarah tersebut hampir saja hilang akibat robohnya gedung sekolah beberapa waktu lalu akibat hujan deras.
Ketua PRA Notoprajan, Tri Subandriyah, menjelaskan bahwa insiden tersebut justru membawa berkah tersendiri. Kejadian robohnya gedung TK sempat viral di media sosial, yang pada akhirnya menggerakkan banyak pihak untuk memberikan dukungan.
"Sebelum roboh sebenarnya pembelajaran sudah dipindah ke gedung sebelahnya, kemudian waktu hujan deras bangunan yang memang sudah tidak layak pakai tersebut roboh. banyak pihak yang peduli dan menanyakan, sampai akhirnya viral dan malah jadi berkah untuk kami sendiri," ungkap Tri dalam sambutannya.
Tri menceritakan, TK ABA Notoprajan sebenarnya sudah memiliki rencana renovasi sebelum pandemi. "Sebelum viral sebenarnya sudah ada rencana untuk membangun, tapi karena Covid jadi terhenti," jelasnya.
Ia pun memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan dapat berjalan lancar. "Kami minta doa dan dukungan agar TK ABA Notoprajan ini sesuai dengan impian kita semua," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan panitia pembangunan, Handoyo Mustiko, memaparkan laporan teknis dan rencana pembangunan. Menurutnya, kepanitiaan baru efektif terbentuk pada akhir September hingga awal Oktober 2025.
Langkah pertama yang diambil panitia adalah membongkar sisa gedung "Sumarah Alah" yang roboh. "Selanjutnya kami melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Prof. Gunawan Budiyanto dan Pak Roni," kata Handoyo.
Handoyo menambahkan, panitia bekerja sama dengan LazisMu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk melakukan studi kelayakan dan perancangan desain pembangunan oleh tim UMY.
"Rencananya gedung akan dibangun dua lantai. Lantai pertama untuk pembelajaran, dan lantai kedua dialokasikan untuk kantor PRA Notoprajan serta ruang serbaguna," paparnya.
Proyek pembangunan bekerja sama dengan Lazsimu UMY, yang juga ditandai dengan penandatanganan MoU di sela acara. Rencananya, proyek akan selesai pada Desember 2026. Handoyo melaporkan, hingga Ahad pagi (16/11), dana yang terkumpul di rekening panitia telah mencapai Rp 75 juta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow