Muktamar ke-15 Telah Usai, Kader Nasyiatul 'Aisyiyah Harus Tetap Membumi dan Hadirkan Inovasi

Muktamar ke-15 Telah Usai, Kader Nasyiatul 'Aisyiyah Harus Tetap Membumi dan Hadirkan Inovasi

Smallest Font
Largest Font

SURAKARTA — Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah resmi ditutup pada Sabtu (8/8) dengan sejuk dan damai. Sejumlah keputusan strategis organisasi telah disepakati oleh segenap peserta untuk kemajuan Nasyiatul ‘Aisyiyah di periode mendatang.

Penutupan turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno, M.Hum., segenap tamu undangan dan peserta Muktamar.

Muktamar telah menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 2026-2030 bersama tim formatur, melanjutkan amanah dari Ariati Dina Puspitasari selaku Ketua Umum dan pimpinan periode sebelumnya. Selain ketua umum dan formatur, Muktamar juga menyepakati AD/ART, rencana strategis, program dan agenda aksi untuk PP Nasyiatul ‘Aisyiyah periode baru 

Lancarnya proses Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Terutama, Universitas Muhammadiyah Surakarta selaku salah satu mitra dan sponsor.

“Kami bersyukur Muktamar berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Tema Muktamar Nasyiatul 'Aisyiyah kali ini, ‘Perempuan Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan’ sejalan visi besar UMS sebagai universitas islami, unggul, mendunia, dan sustainable,” kata Rektor.

Pihaknya juga dengan terhormat mengundang segenap kader Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk melanjutkan studi, terutama program di magister dan doktor UMS. Ia memastikan semua kader yang aktif di Nasyiatul 'Aisyiyah akan diberi beasiswa. 

“Tentu saja syaratnya harus lulus tepat waktu, militan dalam berorganisasi, dan melakukan inovasi tiada henti agar Nasyiatul ‘Aisyiyah terus berjalan dengan menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan bagi umat,” tutur Harun yang juga mengingatkan agar para pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah terus membumi dan berkontribusi nyata.

Sementara itu, Ketua Umum PP 'Aisyiyah Salmah Orbayinah menyampaikan selamat atas diamanahkannya Monica Subastia sebagai Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. Salmah mengingatkan, muktamar boleh berakhir, tetapi ini menjadi titik awal pengejawantahan amanah perjuangan dakwah Nasyiatul 'Aisyiyah. 

"Ini menjadi awal tanggung jawab Mbak Monica dan juga merupakan babak baru perjalanan dakwah Nasyiatul Aisyiyah. Mbak Monic, (perjalanan) ini baru saja dimulai, harus bisa merangkul semua kader-kadernya," pinta Salmah.

Ia meminta tidak boleh ada sikap saling membedakan maupun mendukung satu personal. Tali kolektivitas itu mesti dibangun dengan kokoh sebagai jangkar utama menguatkan roda kepemimpinan Nasyiatul 'Aisyiyah periode 2026-2030.

"Sekarang kita menjadi satu keluarga besar untuk bersama-sama membangun peradaban sesuai tema 'Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan'," tekannya.

Pada saat yang sama, Salmah mengajak jangan larut di tengah derasnya perubahan arus zaman. Seraya jangan mandeg, terus bergerak menciptakan inovasi dan kreativitas yang melampaui ekspektasi.

"Berubah boleh, tapi harus beradaptasi. Tapi jangan terus beradaptasi dan mengikuti arus, buatlah perubahan. Tentu itu kemudian bisa memberikan makna yang sangat besar bagi perjuangan Nasyiatul ‘Aisyiyah," tegas Salmah.

Bersamaan dengan itu, Salmah juga mengingatkan, Muktamar ke-15 ini menentukan arah strategis dan arah gerakan selama empat tahun ke depan. Karena itu, Salmah berharap, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman.

"Saya berharap seluruh keputusan yang diambil di Muktamar ini bisa diterjemahkan menjadi sebuah gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi umat, kemanusiaan dan kaum perempuan muda di seluruh Indonesia," tandasnya.

Untuk itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi dan ikhtiar dengan kesungguhan begitu rupa. Bagi Salmah, hal demikian menjadi sangat penting untuk mengawal arah gerakan dakwah Nasyiatul 'Aisyiyah ke depan.

"Jadi seluruh kader Nasyiatul 'Aisyiyah harus mampu menjadi pelopor perubahan. Luruskan niat, teguhkan terus keikhlasan untuk memimpin Nasyiatul ‘Aisyiyah," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow