Muhammadiyah Perkuat Sinergi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatra
MEDAN — Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) MDMC menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Rencana Aksi Kolaboratif Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom (MLO) Muhammadiyah untuk memperkuat Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pascatanggap darurat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Selasa (10/2) ini menjadi momentum konsolidasi lintas unsur Muhammadiyah dalam memasuki fase pemulihan jangka panjang (recovery phase).
Lokakarya bertujuan menyusun kerangka kerja bersama yang komprehensif dan terkoordinasi, melalui penyelarasan perencanaan, pemetaan kebutuhan lapangan, serta penguatan kolaborasi berbasis analisis kebutuhan dan prinsip pengurangan risiko bencana. Perencanaan berbasis data, keberlanjutan program, serta pelibatan aktif masyarakat terdampak ditekankan agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan berdaya guna.
Ketua PP Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas unsur agar agenda rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan terukur dan berkelanjutan.
"Pemulihan pasca bencana harus dirancang secara sistematis, dengan kolaborasi yang solid agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pengarah Poskornas sekaligus Ketua Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB/MDMC) PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, ST., menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi ruang dialog untuk memahami kebutuhan daerah sekaligus merumuskan langkah konkret bersama. Ia juga mengapresiasi dukungan fasilitas dari UMSU sebagai tuan rumah kegiatan.
Program rehabilitasi dan rekonstruksi Muhammadiyah tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hunian warga, layanan WASH (air, sanitasi, dan kebersihan), dukungan psikososial, serta penguatan organisasi dan relawan lokal.
Konsolidasi MLO bersama PWM di tiga provinsi difokuskan pada pembagian peran yang jelas, penguatan kapasitas relawan dan pengelola program, serta sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis. Koordinasi satu pintu melalui MDMC dengan prinsip one Muhammadiyah one response serta penggalangan dana terpadu melalui LAZISMU menjadi strategi utama menjaga keberlanjutan program.
Lokakarya ini diikuti unsur PP Muhammadiyah, PWM Aceh, Sumut, dan Sumbar, LRB/MDMC, MPKU, MPM, Majelis Diktilitbang dan Dikdasmen, MPKS, LAZISMU pusat dan wilayah, PP ‘Aisyiyah beserta majelis terkait, serta UMSU.
Melalui forum ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi melalui monitoring dan evaluasi berkelanjutan, agar proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan mampu membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak menjadi lebih tangguh dan berdaya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow