Muhammadiyah Mulai Audit Energi Gedung PP untuk Dorong Budaya Hemat Energi
JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mulai melakukan audit energi di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hemat energi. Audit tersebut tidak hanya diarahkan untuk melihat penggunaan listrik, tetapi juga menilai efektivitas sistem kelistrikan, pendingin ruangan, pencahayaan, hingga panel surya yang telah terpasang di gedung.
Kegiatan tersebut ditandai dengan Kick Off Meeting Audit Energi Gedung PP Muhammadiyah pada Rabu (2/9) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin mengatakan penghematan energi tidak semata-mata berkaitan dengan pengurangan biaya, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita berniat hemat energi bukan semata-mata karena pertimbangan ekonomi dan praktis, tapi juga karena ada pemahaman ideologis, filosofis, dan doktrin keagamaan yang menjadi kesadaran kita,” ujar Izzul.
Menurut Izzul, upaya tersebut sejalan dengan semangat KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah untuk memajukan dan menggembirakan umat. Semangat itu, kata dia, perlu diterapkan dengan merespons persoalan yang dihadapi masyarakat pada setiap zaman, termasuk kerusakan lingkungan dan persoalan keadilan.
“Kalau KH Ahmad Dahlan masih hidup sekarang, saya kira beliau akan melihat persoalan-persoalan yang sekarang kita hadapi, termasuk persoalan kerusakan lingkungan, persoalan keadilan, dan persoalan umat,” katanya.
Ia juga mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan ajaran agama, salah satunya melalui QS Al-A’raf ayat 56 yang mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Karena itu, Izzul berharap kebiasaan menghemat energi tidak hanya diterapkan di kantor, tetapi juga dibawa ke rumah dan kehidupan sehari-hari.
“Bukan masalah listriknya jadi murah, bukan itu tujuan kita, tapi ada nilai-nilai yang kita perjuangkan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, penghematan dapat dimulai dari penggunaan pendingin ruangan dan listrik secara bijak. Gedung PP Muhammadiyah juga telah menggunakan panel surya yang efektivitasnya akan menjadi salah satu hal yang dilihat dalam audit.
“Panel surya sudah kita pasang. Seberapa efektif panel surya ini, itu juga perlu kita lihat,” kata Izzul.
Audit energi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/I.0/B/2026 tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat yang diterbitkan pada 21 April 2026. Pada poin keenam, surat edaran tersebut mengimbau penghematan air, listrik, dan energi di setiap kantor, gedung, dan ruangan. Surat itu juga menyebut penggunaan panel surya sebagai salah satu alternatif penghematan listrik.
Wakil Direktur Program 1000 Cahaya Sudarto M. Abukasim mengatakan audit di Gedung PP Muhammadiyah merupakan audit energi keempat yang dilakukan di lingkungan Muhammadiyah. Sebelumnya, audit dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman, RS Islam Jakarta Sukapura, dan RS Islam Jakarta Pondok Kopi.
Tim audit akan memeriksa sejumlah aspek penggunaan energi, mulai dari konsumsi listrik, pendingin ruangan, pencahayaan, sistem kelistrikan, hingga panel surya.
Auditor Energi Senior 1000 Cahaya Ruby Dharmapala menjelaskan bahwa audit energi merupakan bagian dari manajemen energi yang memiliki standar. Pelaksanaannya mengacu pada SNI ISO 50001 tentang sistem manajemen energi dan SNI ISO 50002 tentang audit energi sehingga proses pemeriksaan dilakukan secara terukur.
Hasil audit nantinya diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki pengelolaan energi di Gedung PP Muhammadiyah. Pada saat yang sama, hasil tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi lingkungan Persyarikatan untuk membangun kebiasaan hemat energi secara lebih luas, dari lingkungan kantor hingga kehidupan sehari-hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow