Muhammadiyah Gandeng Monash University, Perluas Akses Studi Doktoral dan Riset Internasional

Muhammadiyah Gandeng Monash University, Perluas Akses Studi Doktoral dan Riset Internasional

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Monash University Australia untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kapasitas riset dan pendidikan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Kerja sama tersebut diumumkan dalam agenda yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/6). Kolaborasi ini mencakup berbagai program, mulai dari peluang studi lanjut bagi dosen dan lulusan PTMA di Monash University, penelitian bersama (joint research), hingga pengembangan program doktor berstandar internasional.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan bahwa kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Kita harus terus belajar, biarpun kita sudah merasa maju. Ciri orang maju adalah mau belajar dari orang lain dan tidak malu untuk belajar,” ujar Haedar.

Menurutnya, kemajuan suatu institusi tidak hanya ditentukan oleh capaian yang telah diraih, tetapi juga oleh keterbukaan untuk berkolaborasi dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari berbagai pihak.

Haedar menilai kerja sama ini juga memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pendidikan. Ia menyebut kedua negara memiliki kedekatan geografis dan hubungan yang telah terjalin dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, sosial, dan kebudayaan.

“Masa depan kedua negara ini sangat bergantung pada relasi diplomasi dan hubungan kebudayaan. Maka ini penting bagi Muhammadiyah bersama Monash University untuk hadir menjadi salah satu jembatan memperkuat hubungan kedua negara melalui kerja sama yang konstruktif,” katanya.

Muhammadiyah sendiri memiliki jaringan pendidikan tinggi yang luas, dengan 164 perguruan tinggi, sekitar 20 ribu dosen, dan hampir 700 ribu mahasiswa. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di Indonesia.

Sementara itu, Pro Vice-Chancellor and President Monash University Indonesia, Matthew Nicholson, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut telah melahirkan program Muhammadiyah Monash Talent Accelerator PhD Program (MTAP). Program ini dirancang untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dosen PTMA melalui pendidikan doktoral yang terhubung dengan jaringan akademik global.

Menurut Nicholson, salah satu keunggulan program tersebut adalah penerapan model supervisi tripartit. Dalam sistem ini, peserta program doktor akan dibimbing oleh tiga pembimbing sekaligus, yaitu dari Monash Indonesia, Monash Australia, dan universitas lain yang masuk dalam jajaran 100 perguruan tinggi terbaik dunia.

“Program ini sangat unik karena menggunakan model supervisi tripartit yang memberikan dukungan akademik lebih kuat bagi mahasiswa PhD,” ujar Nicholson.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperbesar peluang keberhasilan studi hingga lulus tepat waktu.

Selain berorientasi pada pengembangan akademik, program MTAP juga dirancang agar selaras dengan prioritas riset Muhammadiyah, agenda pembangunan nasional Indonesia, dan kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, Muhammadiyah dan Monash University berharap dapat melahirkan lebih banyak akademisi dan peneliti yang memiliki daya saing global, sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow