Muhammadiyah Dirikan Posko hingga Pelosok: Hadir Menguatkan Warga di Tengah Banjir Sumatera
ACEH, MEDAN, PADANG — Setelah gelombang bencana banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat. Tak hanya menerjunkan relawan, Muhammadiyah langsung membangun Pos Koordinasi (Poskor) dan Pos Pelayanan (Posyan) di tiga provinsi terdampak sebagai pusat penolong warga.
Di Kota Padang, Poskor Sumbar yang berdiri di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. H. Agus Salim, menjadi ruang singgah para korban. Pada salah satu sudut gedung, seorang relawan muda tampak sibuk mengantar obat untuk seorang nenek yang baru selesai diperiksa dokter MDMC.
Lalu, di Kota Medan, Poskor Sumut di Gedung Muhammadiyah Jl. Sisingamangaraja tak pernah sepi. Sementara di Aceh, Poskor yang dipusatkan di Kantor PWM Aceh di Jl. KH Ahmad Dahlan menjadi jalur keluar-masuk truk logistik untuk wilayah pesisir dan pedalaman.
Di luar kota-kota besar, Posyan Muhammadiyah hadir lebih dekat ke warga. Dari Ulakan Pakis (Padang Pariaman), Nagari Saniang Baka (Solok), Palembayan (Agam), hingga PDM Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Langkat, Medan, Lhokseumawe, dan Padang Lawas, total sembilan kabupaten/kota memiliki titik pelayanan yang aktif bergerak.
Dari balik laporan angka, ada wajah-wajah pengungsi yang ditolong. Untuk Sumbar, hingga 1 Desember 2025, layanan kesehatan telah diberikan kepada 292 jiwa. Dapur umum menyajikan makanan hangat bagi 1.885 jiwa, banyak di antaranya anak-anak yang untuk pertama kalinya dalam beberapa hari bisa makan dengan tenang. Relawan juga membantu membersihkan rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur.
Sementara di Sumut, hingga 28 November, tim medis membantu 105 jiwa, sementara distribusi logistik menjangkau 6.805 penerima manfaat. Makanan siap saji telah dibagikan kepada 250 warga, sebagian besar tinggal di wilayah yang aksesnya mulai terputus.
Aceh pun tak luput dari perhatian. Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan logistik kepada 3.300 warga, dan dapur umum di Lhokseumawe menyuplai makanan hangat untuk 1.550 jiwa.
Bencana ini bukan hanya merusak rumah warga, tetapi juga ruang belajar anak-anak. Di Sumbar, 11 Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga berat. Lalu di Aceh, 22 sekolah dan madrasah Muhammadiyah juga terdampak. Sementara di Sumut, laporan masih dihimpun untuk memetakan kerusakan fasilitas pendidikan.
Di beberapa lokasi, papan tulis digenangi air, buku-buku terendam, dan kursi-kursi mengapung. Relawan pendidikan Muhammadiyah mulai menyiapkan skema sekolah darurat agar proses belajar tidak berhenti terlalu lama.
Bergerak dari posko ke posko, dari dapur umum ke kampung-kampung yang terisolasi, Muhammadiyah menghadirkan kembali rasa aman dan harapan. Di tengah bencana yang memutus akses dan meninggalkan trauma, satu hal yang terus dijaga para relawan: memastikan tak ada warga yang merasa sendirian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow