Muhadjir Effendy Dorong Lulusan Kampus Muhamadiyah Adaptif Hadapi Perubahan Zaman dan Era AI

Muhadjir Effendy Dorong Lulusan Kampus Muhamadiyah Adaptif Hadapi Perubahan Zaman dan Era AI

Smallest Font
Largest Font

GORONTALO — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, meminta lulusan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan kemauan belajar berkelanjutan untuk menghadapi perubahan zaman yang berlangsung cepat.

Pesan tersebut disampaikan Muhadjir dalam Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 UMGO yang digelar di Gorontalo, Selasa (14/7). Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan keahlian dalam satu bidang ilmu, tetapi juga harus mampu memahami perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.

Muhadjir menjelaskan, dunia saat ini berada dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian, serta persoalan yang semakin kompleks. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kemampuan menyesuaikan diri.

“Kalian tidak bisa hanya mengandalkan satu disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan. Dunia membutuhkan kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar,” ujar Muhadjir.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), akan membawa perubahan besar di berbagai sektor kehidupan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi perlu mempersiapkan diri agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga mengapresiasi perkembangan UMGO yang dinilai terus mengalami kemajuan. Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah pengembangan Program Studi Kedokteran sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia.

Menurut Muhadjir, pengembangan pendidikan kedokteran perlu dibarengi dengan upaya memperluas akses bagi putra-putri daerah yang memiliki potensi akademik melalui program beasiswa.

Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa kedokteran nantinya dapat kembali ke daerah asal untuk mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

“Saya berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang berprestasi melalui beasiswa pendidikan kedokteran agar mereka dapat kembali mengabdi di daerah asalnya,” katanya.

Muhadjir juga mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Menurutnya, gelar akademik harus menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri, menghasilkan karya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap para lulusan UMGO mampu menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi berbagai tantangan di masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow