Menembus Kemarau Panjang: Tandon Air LAZISMU dan PT KAI Harapan Baru Warga Gunungkidul
GUNUNGKIDUL – Musim kemarau adalah ujian berat bagi warga Gunungkidul, Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah lama terkenal dengan krisis air bersih. Warga harus berjuang setiap tahunnya, menunggu pasokan air yang sering kali tidak mencukupi. Namun, di tengah tantangan ini, secercah harapan baru muncul berkat kolaborasi erat antara berbagai pihak.
PT KAI DAOP 6 dan LAZISMU Mantrijeron melalui program CSR berkolaborasi untuk mewujudkan solusi jangka panjang. Pada bulan lalu, mereka resmi menyerahkan dana hibah yang kini telah mulai digunakan untuk membangun infrastruktur vital: dua tandon air permanen. Proyek ambisius ini bukan sekadar pembangunan, melainkan sebuah janji untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan keberlanjutan bagi masyarakat.
Pembangunan dua tandon air ini dimulai pada dua lokasi strategis yang paling membutuhkan. Tandon pertama dibangun di Dusun Sengonkerep, Desa Sampang, Kapanewon Gedangsari pada Kamis (25/9). Sehari setelahnya, pembangunan tandon kedua dimulai di Dusun Prigi, Desa Sidoharjo, Kapanewon Tepus. Masing-masing tandon dirancang dengan kapasitas besar, yaitu 25.000 liter, sebuah angka yang menjanjikan kecukupan air untuk kebutuhan sehari-hari warga di kedua wilayah.
Acara peletakan batu pertama dipenuhi oleh suasana penuh semangat dan haru. Di Gedangsari, hadir perwakilan dari PCM Mantrijeron, PCM Gedangsari, Dukuh Sengonkerep, dan Lurah Sampang. Mereka semua menyaksikan prosesi yang dipimpin oleh para tokoh masyarakat setempat.
H. Paijo, Ketua PCM Gedangsari, menyampaikan rasa terima kasihnya, "Kami sangat berterima kasih kepada LAZISMU Mantrijeron dan PT KAI DAOP 6. Tandon ini akan membantu kami menampung air lebih banyak. Sebelumnya, tandon kami bocor, sehingga air cepat habis. Kini, warga dan masjid akan memiliki akses air yang lebih tinggi, tanpa harus turun hingga 1 km."
Senada dengan H. Paijo, Supardi, Lurah Sampang, mengungkapkan rasa syukurnya, "Terima kasih karena sudah mengupayakan kebutuhan air bagi warga. Ini akan menjadi amal jariyah bagi keluarga besar PT KAI DAOP 6 dan LAZISMU Mantrijeron."
Sementara itu, di Sidoharjo, perwakilan dari PCM Mantrijeron, PCM Tepus, Lurah Sidoharjo, Kapolsek, Koramil, dan tokoh masyarakat lainnya turut hadir. Proyek ini akan menjangkau sekitar 36 kepala keluarga dengan total 70 jiwa di Dusun Prigi.
Agus Sudarto, seorang warga Prigi, Tepus, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Ini adalah harapan besar bagi kami. Dengan adanya tandon air permanen, kami tidak lagi khawatir kekurangan air saat musim kemarau. Ini sangat membantu kehidupan kami," ujarnya penuh haru.
Suhaibun Febrianto, Plt Kepala Kantor LAZISMU Mantrijeron, menegaskan bahwa proyek ini adalah bentuk komitmen nyata untuk program sosial yang berkelanjutan. Ia berharap pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Gunungkidul. "Kami berharap pembangunan tandon air ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung keberlanjutan program sosial di daerah ini," ungkapnya.
Kerja sama antara PT KAI DAOP 6 dan LAZISMU Mantrijeron ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat mampu menciptakan solusi nyata untuk masalah yang telah lama mengakar. Proyek ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis air, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain, memperbaiki ekonomi lokal, meningkatkan kesehatan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow