Majelis Tabligh PWM DIY Dorong Pengelolaan Masjid Berbasis Potensi Kewilayahan
YOGYAKARTA – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Masjid/Mushola Muhammadiyah Berbasis Potensi Kewilayahan, Sabtu (15/11), di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta.
Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM DIY, Drs. Antoni Hidayat, M.Pd.I., menegaskan pentingnya mengoptimalkan fungsi masjid sesuai teladan Rasulullah SAW. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga harus bergerak dalam fungsi dakwah, sosial, dan ekonomi.
"Ada upaya memakmurkan masjid dan, kalau bisa, masyarakat justru dimakmurkan oleh masjid. Masjid mesti menjadi cahaya bagi lingkungannya dalam segala aspek,” ujar Antoni.
FGD ini membahas model operasional masjid berbasis kewilayahan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Antoni menilai banyak masjid Muhammadiyah telah berkembang dengan baik dan memiliki sistem pengelolaan wilayah yang efektif. Melalui forum ini, model-model tersebut diharapkan dapat diperkuat dan dikembangkan secara bertahap agar masjid mampu menjalankan fungsinya secara maksimal.
Selain itu, FGD juga menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi antarmasjid. Pengelolaan masjid berbasis wilayah memungkinkan kolaborasi lintas bidang, termasuk penguatan potensi zakat, infak, sedekah, hingga pengelolaan kurban.
“Kita bangun komunikasi antarmasjid supaya banyak hal bisa dibicarakan dan disinergikan. Dengan kerja sama, potensi-potensi yang ada bisa berkembang lebih luas,” kata Antoni.
Melalui FGD ini, Majelis Tabligh PWM DIY berharap masjid dan mushola Muhammadiyah mampu menghadirkan peran yang lebih signifikan dalam pemberdayaan masyarakat sesuai karakteristik kewilayahan masing-masing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow