Mahasiswa Manajemen UNISA Tanam 1.500 Mangrove, Wujudkan Fikih Hijau di Pantai Baros
BANTUL — Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelestarian lingkungan pesisir dengan menanam 1.500 bibit mangrove di kawasan konservasi Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (20/6). Kegiatan ini menjadi implementasi langsung nilai-nilai Fikih Hijau sekaligus upaya mendukung pemulihan ekosistem pesisir.
Aksi lingkungan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Manajemen (B) UNISA Yogyakarta yang bekerja sama dengan pengelola kawasan konservasi mangrove Pantai Baros. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga memberikan pembekalan teknis kepada peserta mengenai kondisi ekosistem pesisir, fungsi ekologis mangrove, hingga teknik penanaman yang tepat agar bibit dapat tumbuh optimal.
Pantai Baros merupakan salah satu kawasan pesisir penting di Kabupaten Bantul. Hutan mangrove di wilayah ini berperan sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna, sekaligus menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan banjir rob. Namun, berkurangnya vegetasi mangrove dalam beberapa tahun terakhir menjadikan kawasan ini membutuhkan upaya restorasi secara berkelanjutan.
Sebelum melakukan penanaman, seluruh peserta mengikuti sesi edukasi mengenai ekologi pesisir yang disampaikan oleh pengelola kawasan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya mangrove bagi keseimbangan lingkungan serta ancaman yang dihadapi wilayah pesisir.
Setelah mendapatkan pembekalan, para mahasiswa mempraktikkan langsung teknik penanaman mangrove. Mereka menanam bibit secara gotong royong di sejumlah titik yang rentan mengalami abrasi dengan pendampingan dari pengelola kawasan agar proses penanaman dilakukan sesuai prosedur.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kerusakan wilayah pesisir tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat, terutama nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari sumber daya laut.
Dalam perspektif Fikih Hijau, manusia memiliki amanah sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan merawat kelestarian alam. Penanaman 1.500 bibit mangrove tersebut menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai tersebut melalui aksi konservasi yang memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNISA Yogyakarta diharapkan tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan alam. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi laju abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendorong lahirnya kolaborasi berbagai pihak dalam melestarikan ekosistem pesisir.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow