LSP Muhammadiyah Tambah Skema Sertifikasi, Targetkan SDM Pendidikan Lebih Kompeten
YOGYAKARTA - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah menjalani tahapan full assessment oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Sabtu (2/5) di kantor LSP Muhammadiyah, Yogyakarta. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari pengajuan penambahan dua skema sertifikasi baru, yakni laboran dan kepala perpustakaan sekolah.
Penambahan skema tersebut ditujukan untuk memperkuat kompetensi dan daya saing tenaga kependidikan, khususnya di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Direktur LSP Muhammadiyah, Filosa Gita Sukmono, mengatakan pengembangan skema ini merupakan respons terhadap kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, terutama di sektor pendidikan.
Menurutnya, dua skema baru ini melengkapi skema sertifikasi yang telah dimiliki sebelumnya, sehingga diharapkan dapat memperluas dukungan LSP bagi warga Muhammadiyah.
“Penambahan ruang lingkup ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi LSP, khususnya dalam penguatan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Proses full assessment dipimpin Ketua Asesor Lisensi BNSP, Ujang Krisna, didampingi Asesor Lisensi Dwi Hadianto. Tim asesor melakukan pengecekan dokumen secara menyeluruh, mulai dari standar operasional prosedur (SOP) hingga materi uji kompetensi untuk kedua skema yang diajukan.
Tahapan ini dilanjutkan dengan evaluasi, meliputi penelaahan dokumen skema, validasi Materi Uji Kompetensi (MUK), serta verifikasi panduan mutu.
Melalui penambahan skema laboran dan kepala perpustakaan sekolah, LSP Muhammadiyah menargetkan dapat berkontribusi lebih luas dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, terutama di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow