Dorong Digitalisasi Pertanian, LPM UMY Bersama Jatam DIY Kenalkan Alat Analisis Kesuburan Tanah dan Pemupukan Berbasis IOT
SLEMAN – Penerapan teknologi dan digitalisasi dalam sektor pertanian masih belum masif dilakukan. Padahal, inovasi ini penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian serta mempermudah petani dalam menjalankan pekerjaannya.
Hal inilah yang mendorong Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui organisasi di bawahnya, yaitu Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) DIY, untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penerapan teknologi dan digitalisasi pertanian di DIY.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Melalui program pengabdian masyarakat, LPM UMY memperkenalkan alat analisis kesuburan tanah berbasis Internet of Things (IoT), yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan secara presisi. Perkenalan alat ini dilakukan dalam acara sarasehan yang digelar di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman pada 24 Maret 2025.
“Kami akan mengenalkan dan mengimplementasikan alat pengukur kesuburan tanah ini kepada seluruh petani Muhammadiyah di DIY sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Luqman Johannudin, Ketua JATAM DIY.
Luqman juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi para petani untuk semakin terbuka terhadap wawasan dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Alat yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Jinawi, sebuah inovasi yang dapat mengukur kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), pH, dan electrical conductivity (EC) tanah secara langsung. Berdasarkan data yang diperoleh, alat ini kemudian memberikan rekomendasi dosis pemupukan yang sesuai dengan kandungan unsur hara dalam tanah.
Jinawi, yang diproduksi oleh salah satu perusahaan di Yogyakarta, dirancang agar efisien dan praktis. Dengan hanya mencolokkan probe sensor ke dalam tanah di sembilan titik lahan yang membentuk garis silang, petani dapat langsung memperoleh hasil analisis serta rekomendasi pemupukan yang dibutuhkan.
“Selain mengukur kesuburan tanah, alat ini juga dapat memberikan rekomendasi dosis pupuk yang sesuai berdasarkan jenis tanaman yang dibudidayakan,” tambah Luqman.
Dalam acara tersebut, Dr. Eng. Sholahuddin, S.P., M.Eng., yang menjadi narasumber dari LPM UMY sekaligus dosen di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY, menegaskan bahwa digitalisasi dalam pertanian dapat membantu petani dalam efisiensi penggunaan pupuk.
“Selama ini, pemupukan yang dilakukan petani cenderung berlebihan. Penggunaan pupuk kimia yang tidak sesuai kebutuhan justru dapat menyebabkan tanah menjadi bantat dan kurang subur,” jelasnya.
Dari berbagai uji coba yang telah dilakukan di berbagai daerah, penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 30-40% dibandingkan dengan metode pemupukan konvensional.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah dari berbagai cabang atau kecamatan se-Kabupaten Sleman dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Para peserta tampak antusias untuk menerapkan teknologi ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju dan modern. Pada akhirnya, semua ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow