LPCRPM PWM DIY Latih Pengisian SiCara, SiMasmu, dan NotulenMu, Dukung Digitalisasi Organisasi Menuju CRM Awards 2025

LPCRPM PWM DIY Latih Pengisian SiCara, SiMasmu, dan NotulenMu, Dukung Digitalisasi Organisasi Menuju CRM Awards 2025

Smallest Font
Largest Font

YOGYA — Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Ahad (21/9) di Kampus 2 Unit B Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pengisian data untuk cabang ranting dan masjid Muhammadiyah se-DIY ke dalam tiga sistem terpadu milik persyarikatan.

Ke-3 sistem tersebut, adalah SiCara (Sistem Informasi Cabang Ranting), SiMasmu (Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah), dan NotulenMu (Notulen Muhammadiyah). Semuanya adalah sistem yang dikembangkan langsung oleh LPCRPM PP Muhammadiyah bekerjasama dengan pihak lain untuk mendukung digitalisasi organisasi di lingkungan Muhammadiyah.

“Dari pelatihan ini, kami ingin agar Pimpinan Cabang dan Ranting serta Masjid-masjid Muhammadiyah memperbarui datanya secara berkala. Mulai dari data pimpinan, jumlah pimpinan ranting, dan data masjid,” kata Agus Yulianto, M.Pd., Ketua LPCRPM PWM DIY.

Materi dalam pelatihan ini meliputi panduan pengisian SiCara, yakni operator di masing-masing pimpinan mengisi data-data di cabang ranting dan masjid yang berada di bawah naungannya. Contohnya seperti jumlah amal usaha, organisasi otonom, masjid unggul, Korps Mubaligh, pengajian pimpinan, dan pengajian umum. 

Kemudian, untuk pengisian SiMasmu, operator masjid mengisi data pengelolaan, identitas masjid, dakwah digital, kajian Islam dan Kemuhammadiyahan, serta masjid ramah anak dan ramah difabel. Lalu NotulenMu sendiri adalah sistem pencatatan rapat cabang dan ranting. Dari sistem ini, pimpinan bisa memantau dan mengetahui rapat yang diadakan rutin atau tidak.

Agus juga menjelaskan pelatihan ini bagian dari persiapan mengikuti Cabang Ranting Masjid (CRM) Awards yang digelar oleh LPCRPM PP Muhammadiyah pada November 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

“Pelatihan Ini bagian dari persiapan teknis untuk mengikuti CRM Awards 2025, karena salah satu persyaratan untuk ikut adalah mengisi data pimpinan dengan lengkap dan real time dalam ke-3 sistem tersebut,” jelas Agus.

Adapun 15 utusan itu berasal dari cabang ranting dan masjid yang diusulkan sebagai nominasi unggul pada CRM Awards oleh masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-DIY. Nantinya, ke-15 utusan ini akan dilombakan terlebih dahulu dan yang lolos berhak untuk menuju CRM Awards 2025 di Banjarmasin. 

Ke-15 utusan tersebut, antara lain:

  1. Kulon Progo (PCM Galur, PRM Sukoreno Sentolo, dan Masjid Mu’tamirin Galur)
  2. Bantul (PCM Piyungan, PRM Panggungharjo 1, dan Masjid Al Yaqin Kasihan)
  3. Gunungkidul (PCM Wonosari, PRM Siraman, dan Masjid Nurul Islam Keringan Kidul)
  4. Sleman (PCM Kalasan, PRM Margokaton Seyegan, dan Masjid Al Barokah Pakem)
  5. Kota Yogyakarta (PCM Kotagede, PRM Suronatan, Masjid Al Irsyad Mergangsan)

Setelah pelatihan, PDM se-DIY diharapkan dapat mensosialisasikan hal ini kepada cabang ranting dan masjid di bawahnya untuk mengisi data di masing-masing daerahnya. Jadi, semua cabang ranting masjid harus mengisi data dengan lengkap sehingga terlihat kondisi riil di lapangan terkait keaktifannya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow