Kafilah Muhammadiyah DIY Juara Umum Olympicad VIII Nasional 2026 di Makassar
MAKASSAR — Kabar membanggakan datang dari ajang Olympicad VIII Nasional. Kafilah atau Kontingen Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi ditetapkan sebagai Juara Umum I pada Olimpiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan.
Pengumuman tersebut disampaikan pada seremoni penutupan, Sabtu (14/2), setelah kompetisi berlangsung selama tiga hari, 12–14 Februari 2026. Kafilah Muhammadiyah DIY berhasil meraih 98 medali emas, 64 perak, dan 40 perunggu, total medali yang diperoleh mencapai 202 medali.
Hasil penetapan juara umum merupakan rekapitulasi resmi panitia berdasarkan akumulasi poin seluruh cabang lomba, baik akademik maupun nonakademik.
Ketua Panitia Pusat, Prof. Baharuddin, menyampaikan bahwa penetapan juara dilakukan setelah seluruh nilai diverifikasi dan disahkan dewan juri.
“DIY menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang akademik dan nonakademik,” ujarnya.
Konsistensi perolehan medali di berbagai kategori menjadi kunci keberhasilan kontingen DIY. Ketangguhan strategi, kekompakan tim, dan pembinaan berkelanjutan di daerah menjadi fondasi kokoh yang mengantarkan mereka ke podium tertinggi.
Posisi Juara Umum II diraih kontingen Jawa Tengah (Jateng) yang tampil stabil dan bersaing ketat hingga hari terakhir. Disusul Jawa Timur (Jatim) di peringkat ketiga dengan kontribusi poin signifikan dari sejumlah cabang unggulan.
Sebagai tuan rumah, Sulawesi Selatan (Sulsel) menempati posisi keempat dengan performa kompetitif dan mampu bertahan di lima besar. Sementara Lampung melengkapi daftar lima besar sebagai Juara Umum V di tengah persaingan antar daerah yang berlangsung sengit.
Ajang ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai wadah kompetisi nasional bagi peserta didik Muhammadiyah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selama pelaksanaan, ratusan peserta berlaga di sejumlah arena kompetisi yang tersebar di lingkungan kampus. Seluruh hasil pertandingan direkap secara terpusat sebelum diumumkan secara resmi pada penutupan.
Dengan diumumkannya lima provinsi terbaik, Olympicad VIII Nasional resmi ditutup. Prestasi yang diraih menjadi tolok ukur pembinaan di masing-masing wilayah sekaligus pijakan untuk melahirkan generasi Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing nasional.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow