Edukasi Sampah Lewat Papan Kayu, KKN UAD Ajak Warga Peduli Lingkungan

Edukasi Sampah Lewat Papan Kayu, KKN UAD Ajak Warga Peduli Lingkungan

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode 104 Unit I.C.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memasang papan edukasi sampah di RW 09, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (2/7).

Papan edukasi berbahan kayu tersebut dipasang di titik strategis ruang publik agar mudah dilihat masyarakat. Melalui media visual ini, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran warga mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, khususnya terkait lamanya waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami.

Informasi yang ditampilkan memuat fakta-fakta penting, seperti kemasan styrofoam yang tidak dapat terurai secara alami, botol plastik yang membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai, kaleng aluminium sekitar 200 tahun, serta karton aseptik yang memerlukan sekitar 20 tahun. Dengan ditempatkan di ruang terbuka, papan edukasi ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang dapat diakses oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa KKN UAD terhadap upaya pengelolaan sampah yang tengah digalakkan di Kelurahan Sorosutan. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami dampak jangka panjang sampah yang tidak dikelola dengan baik, sehingga lebih bijak dalam menggunakan barang sekali pakai dan mengurangi penggunaan plastik.

Selain itu, kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah diharapkan dapat tumbuh sebagai langkah awal dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua RW 09 Sorosutan, Sugiyono, bersama warga setempat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UAD tersebut. Menurutnya, papan edukasi ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah pengetahuan mengenai dampak sampah terhadap kelestarian alam.

"Kehadiran papan edukasi ini menjadi cara sederhana namun efektif untuk mengingatkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Bagi mahasiswa KKN Alternatif UAD, pemasangan papan edukasi ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif. Mereka meyakini bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat yang dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program ini, mahasiswa berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan hijau bagi generasi mendatang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    5
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    2
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow