DPD IMM DIY Periode 2025-2027 Resmi Dikukuhkan, Bawa Semangat Transformasi Inklusif Organisasi
YOGYAKARTA — Aura semangat intelektual menyelimuti Amphiteater Gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Sabtu (31/1). Sebanyak 41 pimpinan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY) masa jabatan 2025–2027 resmi dikukuhkan secara khidmat. Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari rapat formatur pasca Musyawarah Daerah (Musyada) XXII yang digelar Desember 2025 lalu.
Turut hadir para tamu undangan, seperti Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. Iwan Setiawan, M.S.I., Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Dr. Azaki Khoiruddin, S.Pd.I., M.Pd., Ketua DPP IMM Bidang Riset dan Teknologi Muh. Akmal Ahsan, M.Pd., Wakil Rektor UAD Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag., Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP ‘Aisyiyah Dr. Norma Sari, S.H., M.Hum., Wakil Sekretaris PW ‘Aisyiyah DIY Nunung Damayanti, S.IP. Ketua FOKAL IMM DIY Drs. Moh. Saleh Tjan, perwakilan Organisasi Otonom Muhammadiyah wilayah DIY, dan seluruh kader IMM se-DIY.
Muhammad Taufiq Firdaus, Ketua Umum DPD IMM DIY periode 2023-2025 bersama jajaran mengakhiri masa tugasnya dengan penuh haru dan rasa syukur. Dalam pidato wada’-nya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi dari perilaku oknum yang dapat merusak citra ikatan.
"Kami berharap tidak menjadi demisioner yang menyebalkan. Ada banyak PR dan warisan yang kami tinggalkan, namun saya yakin di bawah kepemimpinan Mayda, IMM DIY bisa jauh lebih progresif," ujar Taufiq. Ia juga berpesan agar Ortom tetap solid demi menjaga DIY sebagai episentrum perkaderan nasional.
Ketua Umum DPD IMM DIY yang baru dikukuhan, Mayda Dwi Hadiyanti, membawa visi besar yang dirangkum dalam tema: “Transformasi Gerakan IMM: Meneguhkan Kepemimpinan Inklusif dalam Bingkai Keistimewaan DIY”.
Bagi Mayda, jabatan ini bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan sebuah tanggung jawab peradaban yang berat. Ia berkomitmen untuk terus merawat fondasi kultur intelektual yang telah dibangun oleh para pendahulunya.
"Gerakan IMM sesungguhnya berdenyut di forum-forum kecil yang sederhana namun bermakna. Kami ingin transformasi inklusif ini menjadikan gerakan IMM milik bersama, dari bawah kita bersinergi," ungkap Mayda dengan tegas.
Lebih lanjut, Mayda menegaskan bahwa DPD IMM DIY ke depan akan memposisikan diri sebagai mitra kritis yang solutif bagi dinamika di Yogyakarta. Dengan semangat keistimewaan DIY, ia membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak.
"Jejaring ini akan kokoh ketika kita bergerak bersama dalam mewujudkan IMM DIY sebagai poros intelektual ikatan," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow