Jawab Tantangan Generasi Z dan Alpha, Dakwah Muhammadiyah Harus Hadir di Ruang Digital

Jawab Tantangan Generasi Z dan Alpha, Dakwah Muhammadiyah Harus Hadir di Ruang Digital

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Dakwah merupakan kewajiban setiap Muslim, serta harus dilakukan dengan metode yang tepat lalu menyesuaikan zaman dan targetnya.

Dalam Kajian Iktikaf #16 Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Piyungan, Senin (9/3), di Masjid Al-Mustaghfirin, Munggur, Srimartani, bertemakan “Menguatkan Dakwah Solusi, Menggerakkan Dakwah Kolaborasi", Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., merujuk pada Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125 yang memerintahkan umat Islam untuk menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog yang terbaik.

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya tugas para ustaz atau tokoh agama, tetapi menjadi tanggung jawab setiap individu Muslim.

“Perintah dalam ayat itu ditujukan kepada setiap pribadi. Artinya, siapa pun kita, apa pun profesinya, tetap memiliki kewajiban berdakwah,” jelasnya di hadapan jamaah yang didominasi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan tiga pendekatan utama. Pertama, bil hikmah, yakni menyampaikan pesan agama dengan kedalaman pemahaman sekaligus metode yang tepat. Kedua, mau‘izhah hasanah, yaitu memberi nasihat yang baik disertai keteladanan serta kapabilitas yang memadai. Ketiga, mujadalah billati hiya ahsan, yakni berdialog dengan cara yang lebih baik, merangkul, bukan memukul.

Ikhwan juga mengapresiasi peran generasi muda dalam kegiatan kajian Iktikaf dari AMM Piyungan ini. Ia menilai keterlibatan anak-anak muda dalam memandu kegiatan, menjadi moderator, hingga penggerak acara menunjukkan harapan besar bagi keberlanjutan dakwah Muhammadiyah.

“Ketika anak-anak kita berada dalam lingkungan yang baik seperti ini, hati kita sebagai orang tua menjadi lebih tenang. Mereka akan belajar dari kakak-kakak dan lingkungannya,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks, terutama di tengah perubahan pola hidup generasi Z dan generasi Alpha yang sangat dekat dengan teknologi digital. Banyak anak muda, katanya, kini lebih sering mencari jawaban keagamaan melalui mesin pencari internet dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) daripada belajar langsung kepada guru atau ustaz.

Dalam pengamatannya, dari sekitar 40 pertanyaan keagamaan yang umum dicari anak muda di internet, hanya sebagian kecil yang dijawab oleh situs atau sumber dari Muhammadiyah. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi dakwah persyarikatan di masa depan.

“Kalau kita tidak hadir di ruang digital, maka 10–15 tahun mendatang anak-anak kita bisa saja belajar agama dari sumber yang tidak sesuai dengan manhaj Muhammadiyah,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong agar dakwah Muhammadiyah tidak hanya dilakukan di mimbar masjid, tetapi juga di dunia digital. Generasi muda, menurutnya, memiliki kedekatan dengan teknologi sehingga perlu diberdayakan untuk menyebarkan pemahaman Islam berkemajuan melalui media digital.

Ikhwan menekankan pentingnya kolaborasi antara pimpinan Muhammadiyah, organisasi otonom, dan generasi muda dalam mengembangkan dakwah digital. Materi dakwah sebenarnya sudah sangat kaya, mulai dari Himpunan Putusan Tarjih, Tanya Jawab Agama, Risalah Islam Berkemajuan, hingga berbagai keputusan organisasi yang dapat dijadikan rujukan.

“Materi dakwah Muhammadiyah sangat lengkap. Tinggal bagaimana kita mengemas dan menyebarkannya agar hadir di ruang digital tempat anak-anak kita mencari jawaban,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri merupakan gerakan dakwah Islam amar makruf nahi mungkar yang tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelayanan masyarakat.

Di akhir kajian, Ikhwan mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk memperkuat literasi, memperluas dakwah digital, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi menjawab tantangan zaman.

“Dakwah hari ini harus menjadi dakwah solusi dan dakwah kolaborasi. Dengan begitu, Muhammadiyah dapat terus menghadirkan Islam berkemajuan yang memberi pencerahan bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow