Kebocoran Asam Nitrat di Cilegon, Dosen UMY Ingatkan Risiko Gangguan Pernapasan hingga Kebutaan
CILEGON — Kebocoran asam nitrat di PT Vopak yang terjadi di kawasan industri Cilegon, Banten baru-baru ini memicu kekhawatiran serius terkait dampak kesehatannya bagi masyarakat sekitar. Asam nitrat merupakan bahan kimia berbahaya dengan sifat oksidator kuat dan sangat korosif, sehingga berisiko merusak jaringan tubuh manusia baik melalui kontak langsung maupun paparan uap yang terhirup.
Insiden tersebut ditandai dengan munculnya asap berwarna kekuningan yang menyebar di udara. Sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, dan rasa perih di tenggorokan.
Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), apt. Rima Erviana, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa paparan asam nitrat, bahkan dalam konsentrasi rendah, tetap berbahaya.
“Asam nitrat bersifat sangat korosif dan dapat merusak jaringan tubuh, termasuk paru-paru dan mata. Gas yang terhirup dapat menembus sistem pernapasan hingga ke alveolus, menyebabkan iritasi berat, sesak napas, bahkan kerusakan jaringan yang serius,” ujarnya.
Menurut Rima, pada paparan ringan tubuh masih memiliki peluang untuk pulih. Namun, paparan dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar pada saluran pernapasan dan berisiko menimbulkan kebutaan apabila mengenai mata.
Yang perlu diwaspadai, lanjutnya, adalah gejala yang tidak selalu muncul seketika. Dalam beberapa kasus, keluhan baru dirasakan beberapa jam setelah paparan. Gejala awal umumnya berupa mata merah, perih, atau tenggorokan terasa sakit. Akan tetapi, pada paparan berat, kondisi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan yang lebih fatal.
Hingga saat ini, belum terdapat antidot khusus untuk paparan asam nitrat. Penanganan medis berfokus pada terapi suportif, seperti pemberian oksigen dan bantuan pernapasan sesuai kebutuhan pasien. Jika zat mengenai kulit atau mata, korban harus segera membilas area yang terpapar dengan air mengalir dalam jumlah cukup.
Rima juga menekankan pentingnya pengawasan keselamatan industri guna mencegah insiden serupa terulang. Selain itu, edukasi mitigasi darurat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri dinilai krusial agar warga mengetahui langkah cepat yang harus dilakukan saat terjadi kebocoran bahan kimia.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan memahami prosedur keselamatan dasar. Sementara itu, pemerintah diharapkan memperketat regulasi serta melakukan evaluasi standar keselamatan industri secara berkala guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow