Atasi Cemas Perawat Gen Z, UMY Gelar Pelatihan Berbasis Islam di UMKLA
KLATEN — Tantangan dunia keperawatan di era digital semakin kompleks. Selain dituntut menguasai teknologi, calon perawat juga perlu memiliki identitas profesional yang kuat agar mampu menghadapi berbagai persoalan etika dan dinamika pelayanan kesehatan.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan profesionalisme berbasis nilai-nilai keislaman bagi mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA), Jumat (24/4). Kegiatan ini diikuti oleh 88 mahasiswa keperawatan putra dan putri.
Program tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam membangun kesadaran profesionalisme calon perawat sejak masa pendidikan.
Dosen Ilmu Keperawatan UMY, Ns. Wulan Noviani, MM., M.Kep., PhD., menjelaskan bahwa perawat merupakan tulang punggung dalam menjaga keselamatan pasien sekaligus menjamin mutu pelayanan kesehatan. Karena itu, pembentukan identitas profesional perlu dimulai sejak mahasiswa memasuki dunia pendidikan.
"Proses sosialisasi profesional yang adekuat harus dimulai sejak awal menjadi mahasiswa dan berlanjut hingga karier keperawatan. Institusi pendidikan perlu memfasilitasi hal ini demi menguatkan identitas sebagai perawat Muslim, terlebih di tengah maraknya fenomena pelanggaran etika, standar profesi, hingga penyalahgunaan media sosial oleh oknum tenaga kesehatan," ujar Wulan saat dihubungi, Senin (29/6).
Pelatihan dikemas secara interaktif melalui berbagai metode pembelajaran, seperti studi kasus, diskusi kelompok, simulasi, video edukasi, dan problem-based learning. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep profesionalisme, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam praktik sehari-hari.
Sebelum memasuki materi utama, peserta juga diperkenalkan pada perkembangan dunia keperawatan di masa depan yang semakin berdampingan dengan teknologi, robotika, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Berbagai peluang karier turut dipaparkan, mulai dari perawat klinik, pendidik, perawat militer, perawat perusahaan, hingga kesempatan bekerja di luar negeri, seperti Jerman, Belanda, dan Arab Saudi.
Salah satu pemateri, Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I., Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) UMY, menekankan pentingnya membangun identitas profesional sejak masa kuliah.
"Branding yang kuat perlu dibangun sejak tahap pendidikan untuk memberikan pemahaman terkait jati diri yang membedakan lulusan kita dengan profesi kesehatan lain. Identitas profesional sebagai perawat Muslim merupakan penciri utama lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA)," tegasnya.
Menurutnya, pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dalam pendidikan keperawatan dengan nilai-nilai Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Perpaduan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter perawat yang profesional sekaligus berakhlak.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak UMKLA. Dosen Keperawatan UMKLA, Ns. Devi Permata Sari, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antar-PTMA yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
Ia berharap kerja sama antara UMY dan UMKLA dapat terus berkembang, tidak hanya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mencakup penelitian serta kolaborasi internasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian UMY turut menyerahkan hibah berupa paket perlengkapan kesehatan (nursing kit). Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa UMKLA dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat identitas mereka sebagai calon perawat Muslim yang siap mengabdi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow