3 Pilar dan Inovasi Berkelanjutan Kunci Hadapi Perubahan Zaman Menurut Ikhwan Ahada
YOGYA — KH Ahmad Dahlan tidak sembarang menetapkan tiga pilar sebagai dakwah utama. Beliau memahami betul bahwa hakikat diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah mendidik.
Hal itulah yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A. di hadapan Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhamamdiyah se-DIY dalam Evaluasi dan Refleksi Pendidikan Muhammadiyah Tahun Pelajaran 2024/2025 yang digelar Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Selasa (5/8) di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Ikhwan Ahada mengingatkan tiga pilar utama Muhammadiyah, yaitu feeding (sosial kemanusiaan), schooling (pendidikan), dan healing (kesehatan). Ia menegaskan, ketiga pilar tersebut menjadi instrumen dakwah utama yang tidak boleh diabaikan.
Ikhwan juga menguraikan tantangan pendidikan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang terjadi ketika ilmu terpisah dari adab. Mengutip tokoh-tokoh pendidikan seperti Alvin Toffler yang mendefinisikan pendidikan saat ini sebagai "the modular man" yang menjebak manusia berperilaku seperti robot.
"Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia. Kita harus membangun anak-anak yang sadar bahwa dirinya adalah makhluk spiritual, makhluk sosial, dan makhluk yang menghargai individualitasnya," jelas Ikhwan.
Mengenai keunggulan sekolah, Ikhwan menekankan pentingnya mencari keunggulan dengan berbagai dimensi, tidak hanya terpaku pada satu program seperti tahfidz Qur'an. "Keunggulan itu mestinya bisa kita cari dengan berbagai dimensi. Yang tidak boleh berhenti adalah inovasi berkelanjutan. Bagaimana upaya sekecil apapun untuk melakukan perubahan harus kita lakukan agar kita tidak stagnan," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow