UMY Latih Pekerja Migran di Hong Kong Manfaatkan Media Sosial Secara Produktif

UMY Latih Pekerja Migran di Hong Kong Manfaatkan Media Sosial Secara Produktif

Smallest Font
Largest Font

HONG KONG — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMU) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hong Kong menggelar pelatihan produksi konten digital bagi pekerja migran Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ali Alatas, Gedung KJRI Hong Kong, ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional UMY dan diikuti oleh 20 pekerja migran yang aktif dalam komunitas Muhammadiyah di Hong Kong, Rabu (6/5).

Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan.

Ketua tim pengabdian masyarakat UMY, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan peserta didorong tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memproduksi konten yang positif dan bertanggung jawab.

“Kader diharapkan menjadi Netizen Muhammadiyah yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar dan nilai kebaikan,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup etika bermedia sosial, pengembangan ide konten, hingga praktik pembuatan video sederhana menggunakan telepon genggam. Peserta juga diajak memanfaatkan pengalaman sehari-hari sebagai pekerja migran dan aktivitas komunitas sebagai sumber konten.

Dosen UMY lainnya, Senja Yustitia, menilai peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai memahami bahwa pengalaman personal dapat diolah menjadi konten yang bermakna dan inspiratif.

“Cerita keseharian mereka memiliki nilai kedekatan dengan audiens jika disampaikan secara jujur dan kreatif,” katanya.

Pada sesi praktik, peserta dilatih menyusun alur video sederhana dan teknik pengambilan gambar dalam waktu singkat. Pendampingan dilakukan oleh Ine Yudhawati melalui metode produksi konten singkat agar mudah diterapkan dalam keseharian.

Ketua SaranMU Hong Kong, Umaroh, mengapresiasi pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini membantu pekerja migran memanfaatkan media sosial secara lebih bijak dan produktif.

“Media digital bisa menjadi ruang berbagi kebaikan dan memperkuat komunitas,” ujarnya.

Salah satu peserta, Aidah, mengaku pelatihan ini meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mulai membuat konten digital.

Selain pelatihan, UMY juga menyalurkan dana hibah pengabdian masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program komunitas pekerja migran di Hong Kong.

Melalui kegiatan ini, UMY berharap media sosial dapat dimanfaatkan secara lebih luas sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow