Dosen UAD Gelar Edukasi Kesehatan Mental dan Penguatan Bahasa bagi Pekerja Migran di Korea Selatan
DAEJEON — Kehidupan pekerja migran di luar negeri tidak hanya menuntut kemampuan kerja, tetapi juga kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan berkomunikasi di lingkungan baru. Menjawab tantangan tersebut, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar program pengabdian masyarakat bagi pekerja migran Indonesia di Korea Selatan melalui edukasi kesehatan mental dan penguatan keterampilan bahasa target.
Program ini terlaksana bekerja sama dengan komunitas pekerja migran muslim di Masjid An-Noor Daejeon dan diikuti sekitar 25 peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan di Korea Selatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan webinar bertajuk “Tetap Kuat di Perantauan: Menavigasi Kesehatan Mental di Korea” yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (18/4) pukul 20.00 waktu Korea Selatan. Webinar tersebut mengangkat isu kesehatan mental pekerja migran, mulai dari tekanan kerja, proses adaptasi budaya, hingga tantangan hidup jauh dari keluarga.
Kegiatan kemudian dilanjutkan secara luring pada 24–26 Mei 2026 di Masjid An-Noor Daejeon dengan tema “Beyond Words: Speak Better, Work Brighter.” Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran pentingnya penguasaan bahasa target sebagai bekal komunikasi kerja, interaksi sosial, dan adaptasi kehidupan sehari-hari di Korea Selatan.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Ardi Kurniawan, menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang kontekstual bagi pekerja migran Indonesia. Menurutnya, tantangan yang dihadapi pekerja migran tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan budaya dan pola komunikasi di negara tujuan.
Materi penguatan keterampilan bahasa target disampaikan oleh Khafidhoh, sedangkan materi kesehatan mental dan manajemen stres kerja dibawakan oleh Khoiriyah Isni. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui sesi edukasi, diskusi kelompok, studi kasus, role play, hingga tanya jawab yang mengangkat situasi nyata yang sering dihadapi pekerja migran di Korea Selatan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Para peserta aktif berbagi pengalaman mengenai kendala komunikasi di tempat kerja, tekanan budaya kerja yang cepat dan hierarkis, hingga strategi beradaptasi di lingkungan baru. Sesi role play menjadi salah satu bagian paling menarik karena peserta dapat mempraktikkan langsung komunikasi dalam situasi kerja sehari-hari.
Dari pihak mitra, kegiatan diwakili Doni Maryanto dan Arief Munandar selaku Amir Masjid An-Noor Daejeon. Mereka mengapresiasi program yang dinilai relevan dengan kebutuhan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan, khususnya dalam memperkuat kemampuan komunikasi dan kesiapan menghadapi dinamika kehidupan di perantauan.
Melalui program ini, tim pengabdian UAD berharap para pekerja migran Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan kerja yang baik, tetapi juga keterampilan komunikasi serta kesiapan adaptasi yang lebih kuat sehingga mampu menjalani kehidupan secara lebih sehat, produktif, dan percaya diri di negara tujuan.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow