Talent Mapping untuk Sekolah Transformatif, BKS SMP Muhammadiyah Sleman Gelar Empowering Leadership di Pacitan
PACITAN — Badan Kerja Sama (BKS) SMP Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Empowering Leadership bertajuk Strategic Talent Mapping for Transformatif School pada 24–25 April 2026 di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti para kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman dan didampingi jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan sekolah sekaligus mempersiapkan strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan potensi sekolah dan evaluasi program menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman, Hendro Sucipto, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan kepemimpinan menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memetakan kekuatan masing-masing sekolah sekaligus melakukan pengecekan program-program yang telah dijalankan sebagai bekal menghadapi SPMB yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., mengapresiasi inisiatif BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman yang menghadirkan forum strategis untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pemetaan bakat dan potensi tidak hanya penting bagi peserta didik, tetapi juga bagi guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan penguatan terkait strategi menemukan dan mengembangkan bakat-bakat terbaik, baik pada guru, karyawan, murid maupun stakeholder pendidikan lainnya. Terima kasih juga kepada PDM Pacitan yang telah berpartisipasi dan menerima kami dengan baik. Semoga kita bersama-sama dapat memajukan pendidikan Muhammadiyah,” tuturnya.
Pada sesi pembukaan, Wakil Ketua PDM Pacitan, Ediyanto, M.Pd., M.H.I., menyampaikan materi inspiratif yang sarat nilai-nilai kepemimpinan, pendidikan, dan perjuangan dakwah.
Dengan gaya penyampaian yang reflektif, Ediyanto menggambarkan pertemuan tersebut sebagai ruang bertemunya orang-orang yang memiliki visi dan semangat yang sama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
“Serasa surga bocor karena kita berada dalam frekuensi yang sama. Kita sedang merajut nalar dan menganyam pikiran untuk masa depan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga mengutip pesan moral pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, tentang pentingnya keteguhan menghadapi tantangan
“Allah tahu bahwa diriku kuat, karenanya aku diberikan beban yang berat. Akan kulalui hari-hariku dengan tabah dan ikhlas karena itu pertanda bahwa suksesku sudah dekat.”
Menurut Ediyanto, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi. Dunia pendidikan, katanya, tidak boleh tertinggal jika ingin tetap relevan dan mampu mencetak generasi unggul.
“Jika kita tidak menguasai teknologi, maka kita akan dikuasai oleh pihak lain. Pendidikan harus mampu menyiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.
Mantan kepala sekolah tersebut juga menyampaikan bahwa terdapat empat kompetensi dasar yang perlu menjadi perhatian utama dalam pendidikan, yaitu kemampuan berhitung, kemampuan komunikasi dan interaksi sosial (jagongan), keterampilan hidup, serta pemahaman agama.
“Jika empat hal ini dapat dikuasai, seseorang akan lebih siap menghadapi kehidupan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini tidak boleh diabaikan. Menurutnya, kegagalan memaksimalkan potensi peserta didik hari ini akan menjadi hutang pendidikan yang harus ditanggung generasi mendatang.
Menutup materinya, Ediyanto mengajak seluruh peserta untuk tetap optimistis dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh.
“Kita boleh lelah, boleh menghadapi banyak hambatan, tetapi jiwa tidak boleh menyerah. Hidup memang penuh masalah, namun masalah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbahagia. Justru setiap tantangan yang datang membawa peluang lahirnya kebahagiaan dan keberhasilan baru,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Empowering Leadership ini, para kepala SMP Muhammadiyah se-Sleman diharapkan semakin siap membangun sekolah-sekolah yang transformatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengoptimalkan potensi seluruh sumber daya yang dimiliki untuk kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow