Ribuan Guru Muhammadiyah Banyumas Konsolidasi, Perkuat Arah Pendidikan di Era Global
BANYUMAS — Ribuan guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah se-Banyumas memadati Auditorium Ukhuwah Islamiyyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (11/4). Kegiatan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas melalui Majelis Dikdasmen dan PNF ini menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus momentum konsolidasi memperkuat arah pendidikan Muhammadiyah di tengah tantangan global.
Rangkaian acara diawali dengan pra-kegiatan penyambutan peserta. Memasuki sesi utama, acara berlangsung tertib dipandu pembawa acara, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh paduan suara MI Muhammadiyah Karanglo. Doa dipimpin Rohman, M.Pd., mengawali rangkaian kegiatan yang sarat nilai ideologis dan strategis.
Ketua Panitia, Welas Rarasati, M.Pd., menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai penguat soliditas pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kekuatan utama terletak pada kebersamaan dan kesamaan visi dalam mencerdaskan serta menginspirasi generasi muda.
“Didiklah generasi muda—anak-anak kita sebagai calon kader persyarikatan—dengan ilmu dan akhlak yang baik. Langkah kecil hari ini bisa menciptakan perubahan besar di masa depan,” ujarnya.
Memasuki puncak acara, pengajian disampaikan KH Drs Ahmad Kifni dengan penekanan kuat pada nilai ideologis. Ia menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah merupakan amanah persyarikatan yang harus dijaga bersama dengan penuh tanggung jawab.
“Sekolah Muhammadiyah adalah milik umat, bukan individu. Karena itu harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jadilah guru atau murid, karena di situlah kemuliaan berada,” tegasnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H Asep Saeful Anwar, MM, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran melalui keseimbangan antara pemahaman agama dan penguasaan teknologi. Ia juga mengakui masih adanya kekurangan dalam pemahaman makna bacaan salat di kalangan siswa.
“Kita harus mendorong keseimbangan antara kecakapan IT, kemampuan sosial, dan jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr H Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmen pemerintah dalam memperlakukan sekolah negeri dan swasta secara setara. Ia juga mendorong warga Muhammadiyah menjadi pribadi adaptif dan serba bisa. Kehadirannya semakin menghangatkan suasana saat membawakan lagu “Buih Jadi Permata”.
“Tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta. Semua harus berkembang bersama, dan kita dituntut menjadi pribadi yang adaptif serta serba bisa,” katanya.
Suasana semakin meriah ketika Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof Dr Jebul Suroso, mengajak peserta berinteraksi melalui kuis. Salah satu peserta, Udji Kustowo, S.T., berhasil menjawab pertanyaan dan memperoleh hadiah. Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada guru-guru termuda sebagai bentuk apresiasi terhadap regenerasi.
Ketua PDM Banyumas, KH Drs M Djohar, M.Pd., menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah. Ia juga mendorong penerapan pembelajaran berbasis kompetisi untuk meningkatkan daya saing siswa.
“Guru adalah garda terdepan. Kekuatan Muhammadiyah ada pada kebersamaan dan sinergi para penggeraknya. Kita harus berani berubah, karena pembelajaran tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga melatih mental kompetisi siswa,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Banyumas. Melalui semangat inovasi dan kebersamaan, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas menegaskan kesiapan menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow