Rawat Kebahagiaan Lansia, ‘Aisyiyah Piyungan Dorong Program Kreatif dan Berdaya
BANTUL — Merawat kehidupan lanjut usia (lansia) membutuhkan pendekatan yang kreatif dan beragam. Hal ini penting agar para lansia tetap merasa diperhatikan, dihargai, serta menjalani masa tua dengan bahagia dan bermakna.
Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Piyungan melalui Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) menunjukkan komitmen tersebut dengan menggelar kegiatan pembinaan lansia, Ahad (19/4), di halaman TK ABA Mojosari, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Puluhan lansia hadir dan mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi tentang cara mengisi hari-hari secara positif untuk meraih husnul khatimah, motivasi agar tetap produktif di usia lanjut, hingga kepedulian terhadap keluarga dan keturunan. Selain itu, peserta juga mengikuti senam lansia sebagai upaya menjaga kesehatan fisik.
Ketua LBSO PCA Piyungan, Hj. Sudarwati, mengaku bersyukur atas antusiasme para lansia yang mengikuti kegiatan tersebut. Terlebih, dalam kesempatan itu juga dibagikan paket sembako dari LazisMu Piyungan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurutnya, merawat kebahagiaan lansia harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikis. Ia menekankan bahwa para lansia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan dakwah dan kehidupan keluarga.
“Mereka telah berjuang luar biasa di masanya, bekerja keras demi kehidupan anak-anaknya agar lebih baik. Itu adalah perjuangan para lansia sejati,” ujarnya.
Sudarwati berharap program kepedulian terhadap lansia dapat menjadi prioritas di ‘Aisyiyah. Ia menilai, setiap program kerja harus memiliki dampak nyata, bermanfaat, serta relevan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Senada dengan itu, mantan Ketua PCA Piyungan, Dra. Hj. Suwarni, menilai program lansia care perlu terus diintensifkan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa ‘Aisyiyah sebagai organisasi dakwah perempuan hadir dan peduli terhadap kelompok lansia, termasuk mereka yang hidup sendiri di usia senja.
Sementara itu, Wakil Ketua PCA Piyungan, Dra. Hj. Wiwik Marwiyah, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi lansia. Ia menyebut, aktivitas produktif seperti membuat camilan atau makanan ringan dapat menjadi solusi untuk mengisi waktu sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
“Lansia tetap harus berdaya secara ekonomi. Produk yang dihasilkan bisa dititipkan atau bahkan dipasarkan secara daring. Dengan begitu, mereka tidak hanya mandiri, tetapi juga lebih bersemangat menjalani kehidupan,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar forum-forum pengajian dan pertemuan rutin ‘Aisyiyah dimanfaatkan sebagai ruang pemasaran produk lansia. Dengan cara tersebut, para lansia tetap aktif, produktif, dan saling mendukung satu sama lain.
Melalui berbagai program ini, PCA Piyungan berharap para lansia tidak hanya terawat, tetapi juga tetap berdaya, mandiri, dan bahagia dalam menjalani masa tuanya.
What's Your Reaction?
-
2
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow