PWM DIY Dorong Transformasi Pengelolaan Panti Asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Lewat Pendidikan Khusus Pengelola LKSA

PWM DIY Dorong Transformasi Pengelolaan Panti Asuhan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Lewat Pendidikan Khusus Pengelola LKSA

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY), Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A., menegaskan pentingnya transformasi kepemimpinan dan tata kelola panti asuhan agar tetap relevan, berkemajuan, dan berpihak pada masa depan anak-anak asuh.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Pendidikan Khusus Pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY, di Balai Pemerintahan Desa DIY, Kalasan, Sleman, hari Sabtu (24/1).

Ia mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan perdana tersebut dan menyebutnya sebagai langkah inovatif yang mendapat perhatian luas, bahkan hingga tingkat nasional.

“Saya sempat membagikan informasi kegiatan ini di forum Rakernas MPKS dan responsnya luar biasa. Banyak yang mengapresiasi dan berharap materi-materi bisa dibagikan karena kualitas narasumbernya sangat baik. Ini kegiatan yang inovatif dan patut dikembangkan,” ungkapnya. Menurut Ghojali, Diksus ini berpotensi dikembangkan menjadi agenda berskala nasional dengan DIY sebagai penyelenggara.

Dalam sambutannya, ia mengajak peserta meneladani spirit pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang meletakkan dasar amal usaha sosial bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai gerakan nyata memanusiakan manusia. Ia mengisahkan bagaimana Muhammadiyah sejak awal hadir melalui rumah sehat, rumah miskin, hingga panti asuhan sebagai respons atas ketidakadilan sosial pada masa kolonial.

“Apa yang dulu dilakukan KH. Ahmad Dahlan kini dilanjutkan oleh bapak-ibu semua para pengelola panti. Tantangannya tentu berbeda. Zaman berubah sangat cepat, maka tata kelola, manajemen, dan pola kepemimpinan juga harus ikut berubah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa panti asuhan, saat ini telah bertransformasi menjadi LKSA, dituntut dengan pengelolaan yang lebih profesional, tertib administrasi, dan adaptif terhadap regulasi. Salah satu aspek krusial adalah penguatan administrasi dan digitalisasi layanan, agar panti mampu memenuhi standar akreditasi dan pengawasan.

“Sekolah-sekolah Muhammadiyah banyak yang bagus. Amal Usaha Muhammadiyah di bidang sosial juga harus bagus, terutama dalam tata kelola administrasi. Jangan sampai ketika proses akreditasi, kita tidak siap,” pesannya.

Terkait kepemimpinan, Ghojali menegaskan bahwa menjadi pengelola panti merupakan amanah besar yang menuntut kesiapan moral, emosional, dan spiritual. Ia mengingatkan agar penerapan disiplin tetap disertai kehati-hatian dan pendekatan humanis.

“Humanisasi itu penting, memanusiakan manusia. Anak-anak di panti memiliki latar belakang yang berat, bahkan ada yang kehilangan figur pengasuh. Ini harus dihadapi dengan kejernihan hati, tidak emosional, dan penuh empati,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelola panti harus mampu menjadi teladan dan trendsetter atau contoh bagi anak-anak asuh, baik dalam sikap, nilai, maupun orientasi hidup. Menurutnya, keberhasilan anak-anak asuh di masa depan akan menjadi tabungan amal bagi para pengelola panti.

“Kalau anak-anak kita sukses, itu menjadi amal jariyah. Bahkan panti bisa berkembang besar karena alumni kembali membantu panti yang telah membesarkan mereka. Maka orientasi masa depan anak-anak ini jangan sampai dipatahkan,” tandasnya.

Sekali lagi, PWM DIY mengapresiasi pelaksanaan Pendidikan Khusus Pengelola LKSA dan berharap kegiatan ini dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh para peserta. Ia optimis, jika dikelola dengan serius, panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di DIY dapat menjadi contoh nasional.

“Mudah-mudahan kompetensi pengelola bertambah, tata kelola panti semakin berkemajuan, ramah anak, aman, dan berorientasi masa depan. Kita jaga marwah panti Muhammadiyah dan 'Aisyiyah agar menjadi rujukan bagi panti lainnya,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow