PP Muhammadiyah Jajaki Perluasan Kerja Sama Pendidikan dengan Tanzania

PP Muhammadiyah Jajaki Perluasan Kerja Sama Pendidikan dengan Tanzania

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Rwanda, Republik Burundi, dan East African Community, Tri Yogo Jatmiko, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Muhammadiyah dan berbagai institusi pendidikan di Tanzania.

Tri Yogo diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni bersama perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.

Dalam pertemuan itu, Tri Yogo menjelaskan bahwa Tanzania merupakan salah satu negara strategis di kawasan Afrika Timur dengan jumlah penduduk Muslim yang besar serta kehidupan masyarakat yang harmonis. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki citra yang sangat baik di mata masyarakat Muslim Tanzania karena dinilai berhasil mengembangkan sistem pendidikan dan pelayanan sosial secara modern.

"Muhammadiyah dipandang sebagai organisasi Islam yang berhasil mengembangkan pendidikan dan pelayanan sosial secara modern. Model seperti ini menjadi sesuatu yang ingin dipelajari oleh mitra-mitra kita di Tanzania," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa kerja sama pendidikan sebenarnya telah mulai terjalin. Sejumlah dosen dari Muslim University of Morogoro sebelumnya mengikuti program pembelajaran di sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jakarta dan Makassar dengan dukungan Asia Muslim Charity Foundation.

Ke depan, Tri Yogo berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas melalui berbagai program, mulai dari beasiswa doktoral, pertukaran dosen, penelitian bersama, hingga penugasan profesor dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) sebagai dosen tamu di Tanzania.

Selain itu, Kedutaan Besar RI juga berencana membuka kelas Bahasa Indonesia di Morogoro sebagai bekal bagi calon mahasiswa Tanzania yang akan melanjutkan studi di Indonesia. Ia juga menilai penyederhanaan proses visa dan izin tinggal perlu terus diupayakan agar akses mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Indonesia semakin mudah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menegaskan Muhammadiyah melalui jaringan PTMA siap membangun kemitraan akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Tanzania.

"Silakan pihak universitas di Tanzania menyampaikan surat resmi kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dari sana kita dapat memetakan kebutuhan dan menindaklanjuti bentuk kerja sama yang paling sesuai," kata Syafiq.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan memudahkan penyusunan program kolaborasi, baik dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, maupun pengembangan kapasitas akademik.

Syafiq juga berharap semakin banyak mahasiswa asal Tanzania yang memilih melanjutkan pendidikan di PTMA. Ia meyakini para lulusan tersebut dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan Muhammadiyah dengan masyarakat Tanzania.

"Kami berharap mahasiswa Tanzania yang belajar di PTMA kelak dapat menjadi mitra Muhammadiyah di negaranya. Bahkan, jika Allah menghendaki, mereka dapat menginisiasi lahirnya jejaring, komunitas, hingga Cabang Istimewa Muhammadiyah di Tanzania sebagai bagian dari dakwah Islam Berkemajuan," tuturnya.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan institusi pendidikan di kawasan Afrika Timur.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow