Perkuat Internasionalisasi Dakwah, PCIM Taiwan dan UMB Gelar Pesantren Virtual Selama Ramadan 2026
TAIPEI — Kerinduan pada suasana Ramadan yang hangat dan religius seperti di Tanah Air kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para perantau Indonesia di luar negeri. Menjawab kebutuhan spiritual tersebut, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Taiwan (PCIM Taiwan) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menghadirkan terobosan dakwah digital melalui program Pesantren Virtual Darul Hadharah Taiwan selama Ramadan 2026.
Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan agar tetap dapat memperdalam ilmu agama secara intensif, meski berada ribuan kilometer dari Indonesia. Tidak sekadar menghadirkan ceramah daring, kolaborasi ini membangun ekosistem pembelajaran yang sistematis dan terstruktur, memadukan pendekatan akademik kampus dengan pengalaman dakwah diaspora.

Inisiatif strategis ini lahir dari diskusi antara Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PCIM Taiwan dengan Tim UMB Global Engagement. Sinergi keduanya menghadirkan model pembinaan umat lintas negara yang lebih terarah.
PCIM Taiwan memahami konteks sosiologis para perantau, dari pekerja migran, mahasiswa, hingga profesional, yang tersebar di berbagai kota di Taiwan. Sementara itu, UMB menghadirkan kekuatan akademik dan metodologis dalam penyusunan kurikulum serta kualitas materi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret internasionalisasi dakwah Muhammadiyah berbasis teknologi.
Secara teknis, Pesantren Virtual Darul Hadharah Taiwan menawarkan kurikulum yang padat dan variatif sepanjang Ramadan. Program yang disiapkan meliputi:
- Kajian rutin menjelang berbuka puasa sebagai santapan rohani harian
- Kajian tematik akhir pekan dengan pembahasan lebih mendalam
- Program tahsin Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid
- Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar tidak monoton serta mampu menjangkau beragam kebutuhan spiritual peserta.
Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PCIM Taiwan, Widi Dwi Noviandi, menjelaskan bahwa format pesantren ini dirancang adaptif terhadap kebiasaan masyarakat Indonesia di Taiwan.
“Kami mendesain format pesantren ini seperti layaknya pesantren di Indonesia, namun medianya kami sesuaikan dengan kebiasaan di sini, yaitu memakai platform LINE untuk memudahkan para santri,” ujarnya.
Aplikasi LINE dipilih sebagai ruang kelas utama karena menjadi sarana komunikasi paling populer dan mudah diakses di Taiwan. Pendekatan ini dinilai efektif mengingat latar belakang peserta yang memiliki jadwal kerja beragam dan lokasi yang berjauhan.

Lebih jauh, Widi mengungkapkan bahwa Ramadan 2026 menjadi fase uji coba sekaligus pilot project. Evaluasi dari pelaksanaan tahun ini akan menjadi dasar penyempurnaan sistem, dengan harapan pesantren virtual ini dapat dibakukan sebagai lembaga pendidikan Islam yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, puluhan santri telah terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya informasi di komunitas WNI Taiwan.
Dari sisi akademik, Kepala UMB Global Engagement, Andi Azhar, menyebut kolaborasi ini sebagai momentum bersejarah. Ini merupakan kerja sama resmi perdana antara UMB dan PCIM Taiwan dalam skala program intensif.
Menurut Andi, keterlibatan UMB merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, atau Catur Dharma dalam konteks Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat dalam klaster internasional.
“UMB terus berkomitmen melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi—atau Catur Dharma di lingkungan PTMA—dengan fokus perluasan pada klaster internasional,” tegasnya.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan keterlibatan belasan dosen dan tenaga kependidikan UMB sebagai pengajar maupun tim pendukung. Kehadiran para akademisi ini diharapkan menjamin kualitas materi dakwah yang wasatiyah, mencerahkan, dan berlandaskan keilmuan.
Sebagai Ketua PCIM Taiwan periode 2019–2021, Andi menilai Taiwan merupakan mitra strategis bagi UMB. Selain karena jumlah WNI yang besar, Muhammadiyah di Taiwan dikenal aktif dan dinamis dalam menghadirkan inovasi dakwah kreatif.
Kolaborasi ini menjadi jembatan yang menghubungkan semangat dakwah diaspora dengan sumber daya intelektual kampus, sekaligus memperkuat jejaring internasional Muhammadiyah.
Sebagai penanda dimulainya kegiatan, sesi kajian perdana menjelang berbuka puasa telah digelar dengan menghadirkan Dekan Fakultas Agama Islam UMB, Ustaz Dr. Dedy Novriadi.
Kehadiran akademisi senior tersebut memberikan landasan spiritual sekaligus semangat awal bagi para santri virtual. Materi pembuka menjadi pemantik konsistensi peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian hingga akhir Ramadan.
Kehadiran Pesantren Virtual Darul Hadharah Taiwan diharapkan menjadi oase di tengah kesibukan para perantau Indonesia. Melalui layar gawai, jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Taiwan seolah terlipat, menyatukan semangat meraih keberkahan Ramadan.
Sinergi antara PCIM Taiwan dan UMB membuktikan bahwa teknologi, ketika dipadukan dengan niat tulus dan visi dakwah yang kuat, mampu melahirkan inovasi pendidikan yang melampaui batas geografis.
Bagi WNI di Taiwan, Ramadan 2026 bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan memperkaya intelektualitas keislaman serta memperkuat ikatan spiritual dengan tanah air.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow