Pelatihan PusdiklatMu Bekali 27 Peserta Dengan Strategi Komunikasi, Reputasi, dan Pemanfaatan AI
YOGYAKARTA — Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) menyelenggarakan Pelatihan Strategi Komunikasi dan Reputasi Digital yang diikuti 27 peserta dari 16 institusi pada 23–24 September 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Peserta berasal dari berbagai institusi, mulai dari perguruan tinggi, organisasi Muhammadiyah, lembaga pendidikan dan kesehatan, hingga perusahaan. Mereka antara lain berasal dari PWM Jawa Tengah, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, UMY, UIN Sunan Kalijaga, BBPPMPV Seni dan Budaya, RS PKU Boyolali, hingga Yayasan Satunama Yogyakarta.
Direktur PusdiklatMu Sarjilah membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme peserta sekaligus menekankan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi dapat memberi manfaat bagi institusi dan masyarakat.
Menurut Sarjilah, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa tantangan baru bagi lembaga dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik. Karena itu, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara bijak untuk mendukung kebutuhan institusi.
“Apa pun perannya, kita semua memikul tanggung jawab strategis untuk menjadikan lembaga sebagai pelopor solusi dan mitra tepercaya di tengah masyarakat,” ujar Sarjilah, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi Rabu (30/9).
Selama dua hari, peserta mengikuti pembelajaran selama 22 jam pelajaran (JP) efektif. Materi diawali dengan Digital Radar yang membahas lanskap komunikasi digital, kemudian Uniqueness Hunt untuk mengidentifikasi keunikan institusi, serta Story DNA Lab yang membahas nilai, positioning, dan storytelling.
Materi berikutnya adalah Trust Shield mengenai pengelolaan dan pemeliharaan reputasi. Pada hari kedua, peserta mengikuti Enrollment Hack yang membahas funnel PPDB/PMB dan indikator kinerja utama (KPI) komunikasi, AI Truce tentang pemanfaatan AI untuk mempercepat produksi konten dan meningkatkan visibilitas, serta Content Magnet mengenai strategi konten dan media sosial.
Materi disampaikan Iman Sumarlan, Iwan, Eka Anisa Sari, Lukman Hakim, dan M. Najih Farihanto. Peserta juga mendapat pendampingan dalam sesi Launchpad/Capstone.
Selain menerima materi, peserta diminta menyusun rencana penerapan hasil pelatihan di institusi masing-masing. Melalui sesi Launchpad/Capstone, peserta mengintegrasikan pembelajaran selama dua hari ke dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan roadmap implementasi selama 90 hari.
Rencana tersebut kemudian dipresentasikan untuk memperoleh umpan balik dari fasilitator. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai strategi komunikasi dan reputasi digital, tetapi juga menyusun langkah penerapan yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi masing-masing.
PusdiklatMu berharap hasil pelatihan dapat digunakan untuk mendukung pengembangan institusi. Pertemuan peserta dari berbagai latar belakang juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan komunikasi dan reputasi digital di lingkungan masing-masing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow