PCM Sleman Perkuat Korps Mubaligh melalui Pembekalan Tarjih dan Metode Dakwah
SLEMAN — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sleman menggelar kegiatan Refreshing dan Penguatan Korps Mubaligh di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Ahad (6/9). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sekaligus pembekalan bagi para mubaligh Muhammadiyah dalam menghadapi isu-isu keagamaan terkini, khususnya terkait keputusan tarjih dan metode dakwah.
Pembekalan diikuti sekitar 140 peserta yang terdiri atas jajaran Pimpinan Harian PCM, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM), KOKAM, serta Korps Mubaligh Muhammadiyah. Hadir pula perwakilan guru-guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) dari sekolah Muhammadiyah se-Cabang Sleman.
Pembekalan dipandu dua pembawa acara dari PCNA, Salsa dan Ima. Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan.
Ketua PCM Sleman, Zahrul Mufrodi, dalam sambutannya menekankan pentingnya merapatkan barisan, saling mengingatkan, dan saling menjaga dalam menjalankan gerakan dakwah Muhammadiyah.
“Penting bagi kita untuk merapatkan barisan, saling mengingatkan dan menjaga, sehingga kita bisa bersama-sama beriringan masuk ke surga,” ungkapnya.
Wakil Ketua PDM Sleman, Ustaz H. Sukirman, M.A., menyampaikan bahwa setiap pribadi pada dasarnya memiliki tanggung jawab sebagai mubaligh. Karena itu, setiap kader perlu terus menimba ilmu dan memperluas wawasan agar mampu menyampaikan pengetahuan agama dengan baik dan benar.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya saling menasihati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap orang yang bertemu, meskipun hanya berdua, memiliki ruang untuk saling memberikan nasihat dalam kebaikan.
Materi utama disampaikan Ustaz H. Rahmadi Wibowo Suwarno, Lc., M.A., M.Hum., Ph.D., dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sesi tersebut dimoderatori Ustaz H. Hari Ashary.
Dalam pemaparannya, Rahmadi menjelaskan identitas dan asas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi mungkar, dan tajdid yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.
Ia juga mengingatkan para mubaligh agar menghadirkan dakwah yang menggembirakan dan tidak mempersulit umat. Dakwah, menurutnya, perlu disampaikan dengan pendekatan yang bijak sehingga pesan agama dapat diterima dan diamalkan dengan baik.
Rahmadi mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah tentang prinsip kemudahan dalam beragama.
“Sesungguhnya agama itu mudah dan tidaklah seseorang itu mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan.”
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikan berbagai persoalan keagamaan dan dakwah. Acara kemudian ditutup oleh Ketua PCM Sleman, Zahrul Mufrodi.
Melalui kegiatan tersebut, PCM Sleman berharap penguatan kapasitas mubaligh dapat terus dilakukan sehingga dakwah Muhammadiyah semakin relevan, mencerahkan, dan mampu menjawab berbagai persoalan umat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow