Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan Bootcamp Duta Green Nasyiah: Dorong Keluarga Muslim Peduli Iklim dan Lingkungan Berkelanjutan
JAKARTA — Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) melalui Departemen Kesehatan dan Lingkungan secara resmi meluncurkan program Bootcamp Duta Green Nasyiah, sebuah inisiatif nasional yang menegaskan peran perempuan dan keluarga dalam merespons krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Program ini menjadi bagian dari gerakan Green Nasyiah Berbasis Eco Family, yang mendorong gaya hidup ramah lingkungan dimulai dari lingkup domestik: keluarga.
Inisiatif ini hadir sebagai tanggapan atas data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa 80 persen kelompok terdampak perubahan iklim adalah perempuan. Meski kerap menjadi korban, perempuan juga memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam. Sebanyak 90 persen perempuan aktif di sektor domestik—berkontribusi dalam penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, hingga praktik hortikultura dan agroforestri—serta menjaga ketahanan pangan keluarga dan kesehatan lingkungan.
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menekankan bahwa semangat perempuan dalam gerakan ini lahir dari etos spiritual Islam dan sejarah peradaban.
"Jika Nusaibah binti Ka'ab adalah perisai Rasulullah saw, maka Duta Green Nasyiah adalah Nusaibah masa kini—perisai bagi alam semesta dan lingkungan berkelanjutan," ujarnya saat membuka acara.
Bootcamp ini dirancang untuk membekali para kader perempuan muda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia dengan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai isu lingkungan, perubahan iklim, dan praktik eco-living dalam kehidupan keluarga. Kegiatan berlangsung secara daring sejak 17 Mei hingga 21 Juni 2025, dan mencakup serangkaian kegiatan seperti webinar edukatif, diskusi panel, aksi komunitas, tantangan lingkungan keluarga, hingga evaluasi implementasi berkelanjutan.
Dalam sesi pembukaan, Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang hadir sebagai pembicara utama, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa kesadaran lingkungan merupakan bagian integral dari ajaran Islam.
"Air, tanah, hutan, dan segala kehidupan di dalamnya adalah anugerah Allah SWT yang harus dijaga. Umat Islam diajarkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya, menghindari pemborosan, serta menghindari perilaku yang merusak lingkungan," tuturnya.
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari berbagai lembaga mitra, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, menyampaikan bahwa konsep Green Nasyiah sejalan dengan visi Green Zakat yang tengah dikembangkan lembaganya.
"Saya sangat mengapresiasi PPNA yang menekankan pada Green Nasyiah berbasis Eco Family, karena perubahan bisa dimulai dari diri dan keluarga kita," ujarnya.
Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendorong peserta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan melaksanakan aksi nyata di lingkungan keluarga. Tantangan yang dihadirkan selama hampir satu bulan mencakup praktik pengurangan sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah organik, konservasi air, hingga edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga bumi. Setiap tantangan dirancang untuk berdampak langsung pada pola hidup keluarga dan komunitas peserta.
Melalui pendekatan eco-family, Nasyiatul Aisyiyah menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan. Keluarga tidak hanya menjadi tempat reproduksi nilai, tetapi juga ruang strategis untuk membentuk generasi yang sadar lingkungan dan siap menjaga bumi sebagai amanah. Dalam konteks ini, Green Nasyiah bukan sekadar kampanye hijau, melainkan gerakan kultural dan spiritual yang berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan.
Di tengah krisis ekologi yang kian mengancam keberlanjutan hidup, gerakan Green Nasyiah menawarkan suara alternatif dari komunitas perempuan Muslim muda Indonesia—suara harapan bahwa setiap rumah bisa menjadi taman hijau, dan setiap perempuan dapat menjadi penjaga bumi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow