Muhadjir Effendy: Muhammadiyah Harus Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri
GORONTALO — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas Persyarikatan. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Gorontalo 2026 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Selasa (14/7).
Menurut Muhadjir, perubahan merupakan keniscayaan bagi setiap organisasi. Namun, transformasi Muhammadiyah harus tetap menjaga kesinambungan nilai dan prinsip perjuangan yang telah diwariskan sejak organisasi ini berdiri.
"Transformasi harus dilakukan dengan tetap menjaga kesinambungan nilai. Muhammadiyah boleh berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan arah dan jati dirinya," ujarnya.
Muhadjir menjelaskan, Muhammadiyah sejak awal tumbuh sebagai organisasi yang memiliki keragaman pemikiran dan praktik. Perbedaan yang muncul di berbagai daerah merupakan bagian dari dinamika organisasi selama tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam dan garis perjuangan Muhammadiyah.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak hanya menjadi rutinitas administratif. Seluruh program dan kegiatan, kata dia, harus dipahami sebagai bagian dari ibadah dan dakwah yang memberikan manfaat bagi umat.
Selain itu, Muhadjir memperkenalkan konsep social corporation dan social enterprise sebagai salah satu arah penguatan Muhammadiyah di masa depan. Menurutnya, modal sosial yang dimiliki Muhammadiyah perlu dikelola secara profesional agar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) semakin mandiri sekaligus mampu memperluas dampak sosial bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa konsep tersebut bukan untuk mengubah Muhammadiyah menjadi organisasi bisnis, melainkan memperkuat keberlanjutan AUM tanpa meninggalkan misi dakwah dan pemberdayaan umat.
Menutup sambutannya, Muhadjir menyebut Muhammadiyah sebagai state of mind yang mencerminkan semangat Islam Berkemajuan. Karena itu, setiap kader dituntut memiliki cara berpikir yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman sebagai fondasi Persyarikatan.
Melalui Musypimwil Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Gorontalo 2026, ia berharap para pimpinan dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam memajukan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow