Memahami AD/ART, Meneguhkan Arah Gerakan Dakwah Muhammadiyah Purbalingga

Memahami AD/ART, Meneguhkan Arah Gerakan Dakwah Muhammadiyah Purbalingga

Smallest Font
Largest Font

PURBALINGGA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga menggelar Kajian Rutin Ahad Pon pada Ahad (11/1) di Kantor PDM Purbalingga, Jalan Alun-alun Selatan No. 2. Purbalingga, Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.50 WIB ini diikuti seluruh unsur Persyarikatan, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Purbalingga, organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah, Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM), hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Kajian berlangsung khidmat dan menjadi ruang jeda ideologis bagi warga Muhammadiyah untuk menengok kembali rel perjuangan yang selama ini mengarahkan gerak Persyarikatan. Hadir sebagai penceramah, Wakil Ketua PDM Purbalingga, KH. Ali Sudarmo, S.Pd., menekankan pentingnya memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah.

Dalam tausiyahnya, KH. Ali Sudarmo menegaskan bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen organisatoris atau kumpulan pasal administratif, melainkan peta jalan ideologis yang menuntun arah gerak Muhammadiyah. Di dalamnya termaktub cita-cita, prinsip, serta etos perjuangan yang menjadi fondasi Persyarikatan sejak awal berdiri.

“Tanpa pemahaman yang utuh terhadap AD/ART, langkah warga Muhammadiyah berisiko keluar dari rel perjuangan, kehilangan orientasi, bahkan menjauh dari ruh tajdid yang menjadi denyut utama gerakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesetiaan ideologis tidak cukup diekspresikan melalui simbol atau retorika, tetapi harus terinternalisasi dalam sikap, keputusan, dan amal nyata. Memahami AD/ART, menurutnya, berarti meneguhkan komitmen untuk berislam secara berkemajuan, berorganisasi dengan tertib, serta berjuang dengan visi yang jernih demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Sejalan dengan itu, Mudir PPMTQ Daarussalaam Slinga, Ustadz Mujahidin Aziz, S.Pd.I., menyoroti pentingnya membangun sistem kaderisasi yang kokoh dan berkelanjutan dalam tubuh Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan Persyarikatan tidak boleh bertumpu pada figur semata, melainkan harus ditopang oleh sistem yang mampu melahirkan kader-kader ideologis, berilmu, dan berakhlak.

Dalam konteks tersebut, ia menempatkan pendidikan pesantren Muhammadiyah sebagai salah satu pilar strategis. Menurutnya, pesantren bukan hanya ruang transmisi keilmuan keislaman, tetapi juga medan pembentukan karakter, disiplin ideologis, serta kepemimpinan profetik. Dari rahim pesantren itulah diharapkan lahir calon-calon pimpinan Muhammadiyah yang matang secara spiritual, tajam secara intelektual, dan kokoh dalam komitmen perjuangan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan musyawarah persiapan dan pematangan program Tarhim Ramadhan 1447 H. Forum ini menjadi ruang kolektif untuk menyelaraskan gagasan, menyatukan langkah, serta memastikan agenda dakwah Ramadhan Muhammadiyah di Purbalingga berjalan terencana, sistematis, dan berdampak luas bagi umat.

Dengan demikian, Kajian Rutin Ahad Pon ini tidak hanya berfungsi sebagai penguatan ideologis, tetapi juga menjadi wahana konsolidasi gerakan menuju kerja-kerja dakwah yang terukur dan berkemajuan.

(Tarqum Aziz – JurnalisMu Banyumas Raya)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow